Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Rabu, Januari 07, 2026

Polling Pilpres 2024





<script type="text/javascript">
(function(d,s,id,u){
  if (d.getElementById(id)) return;
  var js, sjs = d.getElementsByTagName(s)[0],
      t = Math.floor(new Date().getTime() / 1000000);
  js=d.createElement(s); js.id=id; js.async=1; js.src=u+'?'+t;
  sjs.parentNode.insertBefore(js, sjs);
}(document, 'script', 'os-widget-jssdk', 'https://www.opinionstage.com/assets/loader.js'));
</script><div id="os-widget-1190781" class="os_poll" data-path="/polls/2924004" data-of="ws7udios-official" data-opinionstage-widget="7b095cbc-91c6-46e2-a91e-f45470674f94"></div>




<iframe name="opinionstage-widget" src="https://www.opinionstage.com/api/v2/widgets/7b095cbc-91c6-46e2-a91e-f45470674f94/iframe" data-opinionstage-iframe="7b095cbc-91c6-46e2-a91e-f45470674f94" width="100%" height="800" scrolling="auto" style="border: none;" frameBorder="0" allow="fullscreen" webkitallowfullscreen="true" mozallowfullscreen="true" loading="lazy" referrerpolicy="no-referrer-when-downgrade"></iframe>




[socialpoll id="2924004"]



  :)

Rabu, Oktober 04, 2017

Jam Tangan Cantik Murah (bingits)


A

B

C

D

E

F

G

H

I

J

K

L

M

N

O

P

Q

Dan masih banyak lagi pilihan lainnya...



Jam tangan cantik menarik harga ekonomis. Dengan barter Rp.80.000,00- IDR

Iclude Box, Batrai cadangan dan free ongkir jabodetabek.

Kontak : 

admin@wstudios.web.id 

(+62) 088-188-64-808

___Fast respont>> >




© 2017 Oktober-04 16:39 update : 16:01 101817


:)

Sabtu, Mei 27, 2017

Menolak khilafah pancasila kesepakatan bersama

Opini Ketua Mahkamah Konstitusi priode 2008-2011, Prof. Dr. Mohammad Mahfud M.D, ini perlu dibaca.

MENOLAK IDE KHILAFAH
Oleh: Moh. Mahfud MD

"Buktikan bahwa sistem politik dan ketatanegaraan Islam itu tidak ada. Islam itu lengkap dan sempurna, semua diatur di dalamnya, termasuk khilafah sebagai sistem pemerintahan”. Pernyataan dengan nada agak marah itu diberondongkan kepada saya oleh seorang aktivis ormas Islam asal Blitar saat saya mengisi halaqah di dalam pertemuan Muhammadiyah se-Jawa Timur ketika saya masih menjadi ketua Mahkamah Konstitusi.

Saat itu, teman saya, Prof Zainuri yang juga dosen di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, mengundang saya untuk menjadi narasumber dalam forum tersebut dan saya diminta berbicara seputar ”Konstitusi bagi Umat Islam Indonesia”.

Pada saat itu saya mengatakan, umat Islam Indonesia harus menerima sistem politik dan ketatanegaraan Indonesia yang berdasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Sistem negara Pancasila yang berbasis pluralisme, Bhinneka Tunggal Ika, sudah kompatibel dengan realitas keberagaman dari bangsa Indonesia.

Saya mengatakan pula, di dalam sumber primer ajaran Islam, Al Quran dan Sunah Nabi Muhammad SAW, tidak ada ajaran sistem politik, ketatanegaraan, dan pemerintahan yang baku. Di dalam Islam memang ada ajaran hidup bernegara dan istilah khilafah, tetapi sistem dan strukturisasinya tidak diatur di dalam Al Quran dan Sunah, melainkan diserahkan kepada kaum Muslimin sesuai dengan tuntutan tempat dan zaman.

SISTEM NEGARA PANCASILA
Khilafah sebagai sistem pemerintahan adalah ciptaan manusia yang isinya bisa bermacam-macam dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat. Di dalam Islam tidak ada sistem ketatanegaraan dan pemerintahan yang baku.

Umat Islam Indonesia boleh mempunyai sistem pemerintahan sesuai dengan kebutuhan dan realitas masyarakat Indonesia sendiri. Para ulama yang ikut mendirikan dan membangun Indonesia menyatakan, negara Pancasila merupakan pilihan final dan tidak bertentangan dengan syariah sehingga harus diterima sebagai mietsaaqon ghaliedzaa atau kesepakatan luhur bangsa.

Penjelasan saya yang seperti itulah yang memicu pernyataan aktivis ormas Islam dari Blitar itu dengan meminta saya untuk bertanggung jawab dan membuktikan bahwa di dalam sumber primer Islam tidak ada sistem politik dan ketatanegaraan. Atas pernyataannya itu, saya mengajukan pernyataan balik. Saya tak perlu membuktikan apa-apa bahwa sistem pemerintahan Islam seperti khilafah itu tidak ada yang baku karena memang tidak ada.

Justru yang harus membuktikan adalah orang yang mengatakan, ada sistem ketatanegaraan atau sistem politik yang baku dalam Islam. ”Kalau Saudara mengatakan bahwa ada sistem baku di dalam Islam, coba sekarang Saudara buktikan, bagaimana sistemnya dan di mana itu adanya,” kata saya.

Ternyata dia tidak bisa menunjuk bagaimana sistem khilafah yang baku itu. Kepadanya saya tegaskan lagi, tidak ada dalam sumber primer Islam sistem yang baku. Semua terserah pada umatnya sesuai dengan keadaan masyarakat dan perkembangan zaman.

Buktinya, di dunia Islam sendiri sistem pemerintahannya berbeda-beda. Ada yang memakai sistem mamlakah (kerajaan), ada yang memakai sistem emirat (keamiran), ada yang memakai sistem sulthaniyyah (kesultanan), ada yang memakai jumhuriyyah (republik), dan sebagainya.

Bahwa di kalangan kaum Muslimin sendiri implementasi sistem pemerintahan itu berbeda-beda sudahlah menjadi bukti nyata bahwa di dalam Islam tidak ada ajaran baku tentang khilafah. Istilah fikihnya, sudah ada ijma’ sukuti (persetujuan tanpa diumumkan) di kalangan para ulama bahwa sistem pemerintahan itu bisa dibuat sendiri-sendiri asal sesuai dengan maksud syar’i (maqaashid al sya’iy).

Kalaulah yang dimaksud sistem khilafah itu adalah sistem kekhalifahan yang banyak tumbuh setelah Nabi wafat, maka itu pun tidak ada sistemnya yang baku.

Di antara empat khalifah rasyidah atau Khulafa’ al-Rasyidin saja sistemnya juga berbeda-beda. Tampilnya Abu Bakar sebagai khalifah memakai cara pemilihan, Umar ibn Khaththab ditunjuk oleh Abu Bakar, Utsman ibn Affan dipilih oleh formatur beranggotakan enam orang yang dibentuk oleh Umar.

Begitu juga Ali ibn Abi Thalib yang keterpilihannya disusul dengan perpecahan yang melahirkan khilafah Bani Umayyah. Setelah Bani Umayyah lahir pula khilafah Bani Abbasiyah, khilafah Turki Utsmany (Ottoman) dan lain-lain yang juga berbeda-beda.

Yang mana sistem khilafah yang baku? Tidak ada, kan? Yang ada hanyalah produk ijtihad yang berbeda-beda dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat. Ini berbeda dengan sistem negara Pancasila yang sudah baku sampai pada pelembagaannya. Ia merupakan produk ijtihad yang dibangun berdasar realitas masyarakat Indonesia yang majemuk, sama dengan ketika Nabi membangun Negara Madinah.

BERBAHAYA
Para pendukung sistem khilafah sering mengatakan, sistem negara Pancasila telah gagal membangun kesejahteraan dan keadilan. Kalau itu masalahnya, maka dari sejarah khilafah yang panjang dan beragam (sehingga tak jelas yang mana yang benar) itu banyak juga yang gagal dan malah kejam dan sewenang-wenang terhadap warganya sendiri.

Semua sistem khilafah, selain pernah melahirkan penguasa yang bagus, sering pula melahirkan pemerintah yang korup dan sewenang-wenang.  Kalaulah dikatakan bahwa di dalam sistem khilafah ada substansi ajaran moral dan etika pemerintahan yang tinggi, maka di dalam sistem Pancasila pun ada nilai-nilai moral dan etika yang luhur. Masalahnya, kan, soal implementasi saja. Yang penting sebenarnya adalah bagaimana kita mengimplementasikannya

Maaf, sejak Konferensi Internasional Hizbut Tahrir tanggal 12 Agustus 2007 di Jakarta yang menyatakan ”demokrasi haram” dan Hizbut Tahrir akan memperjuangkan berdirinya negara khilafah transnasional dari Asia Tenggara sampai Australia, saya mengatakan bahwa gerakan itu berbahaya bagi Indonesia. Kalau ide itu, misalnya, diterus-teruskan, yang terancam perpecahan bukan hanya bangsa Indonesia, melainkan juga di internal umat Islam sendiri.

Mengapa? Kalau ide khilafah diterima, di internal umat Islam sendiri akan muncul banyak alternatif yang tidak jelas karena tidak ada sistemnya yang baku berdasar Al Quran dan Sunah. Situasinya bisa saling klaim kebenaran dari ide khilafah yang berbeda-beda itu. Potensi kaos sangat besar di dalamnya.

Oleh karena itu, bersatu dalam keberagaman di dalam negara Pancasila yang sistemnya sudah jelas dituangkan di dalam konstitusi menjadi suatu keniscayaan bagi bangsa Indonesia. Ini yang harus diperkokoh sebagai  mietsaaqon ghaliedzaa (kesepakatan luhur) seluruh bangsa Indonesia. Para ulama dan intelektual Muslim Indonesia sudah lama menyimpulkan demikian.

MOH MAHFUD MD
Ketua Umum Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN); Ketua Mahkamah Konstitusi RI Periode 2008-2013.


~Facebook
© 2017 0527/ 20:27

Selasa, Februari 14, 2017

Mengenal 4 Kelompok dalam Syiah

Mengenal 4 Kelompok dalam Syiah

Syiah telah terbagi dalam kelompok yang jumlahnya hampir tak terhitung. Namun menurut Al-Baghdadi, pengarang kitab Al-Farqu baina Al-Firaq , secara umum mereka terbagi menjadi empat kelompok. Setiap kelompok tadi, terdiri dari beberapa kelompok kecil.

Mengutip buku Sunnah-Syiah Bergandengan Tangan! Mungkinkah? yang ditulis M. Quraish Shihab, cetakan kedua, April 2007, empat kelompok Syiah ini terdiri dari yang paling ekstrem sampai Syiah "abu-abu".
Berikut ulasannya:

1. Syiah Ghulat
Seorang ulama Ahlussunnah, Muhammad Abu Zahrah, mengatakan kelompok Syiah ektremis ini hampir dapat dikatakan telah punah.
Di dalam Syiah Ghulat terdapat beberapa golongan, yakni As-Sabaiyah, Al-Khaththabiyah, Al-Ghurabiyah, Al-Qaramithah, Al-Manshuriyah, An-Nushaiziyah, Al-Kayyaliyah, Al-Kaisaniyah, dan lainnya.

Menurut Asy-Syahrastany, As-Sabaiyah adalah pengikut Abdullah bin Saba' yang konon pernah berkata kepada Sayyidina Ali: “Anta Anta,” yang berarti "Engkau adalah Tuhan". Ia juga menyatakan sahabat Nabi ini memiliki tetesan ketuhanan.

Sementara Al-Khaththabiyah adalah penganut aliran Abu Al-Khaththab Al-Asady yang menyatakan Imam Ja'far Ash-Shadiq dan leluhurnya adalah Tuhan. Sementara Imam Ja'far mengingkari dan mengutuk kelompok ini. Lantaran sikap tersebut, pemimpin kelompok ini, Abu Al-Khaththab, mengangkat dirinya sebagai imam.

Golongan Al-Ghurabiyah percaya malaikat Jibril diutus Allah untuk Ali bin Ali Thalib ra. Namun, mereka menilai malaikat Jibril keliru dan berkhianat sehingga menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad.
Sementara Syiah Qaramithah dikenal sangat ekstrem karena menyatakan Syyidina Ali bin Abi Thalib adalah Tuhan. Kelompok ini pernah berkuasa di Bahrain dan Yaman, serta menguasai Mekah pada 930 Masehi.

2. Syiah Ismailiyah
Kelompok ini tersebar di banyak negara, seperti Afganistan, India, Pakistan, Suriah, Yaman, serta beberapa negara barat, yakni Inggris dan Amerika Utara.

Kelompok ini meyakini Ismail, putra Imam Ja'far Ash-Shadiq, adalah imam yang menggantikan ayahnya, yang merupakan imam keenam dari aliran Syiah secara umum. Ismail dikabarkan wafat lima tahun sebelum ayahnya (Imam Ja'far) meninggal dunia.

Namun menurut kelompok ini, Ismail belum wafat. Syiah Ismailiyah meyakini kelak Ismail akan tampil kembali di bumi sebagai Imam Mahdi.

3. Syiah Az-Zaidiyah
Ini adalah kelompok Syiah pengikut Zaid bin Muhammad bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Thalib r.a. Zaid lahir pada 80 H dan terbunuh pada 122 H. Zaid dikenal sebagai tokoh yang melakukan perlawanan terhadap kekuasaan semena-mena yang diterapkan Yazid, putra Muawiyah pada zaman Bani Umayyah.
Kendati golongan ini yakin kedudukan Ali bin Abi Thalib ra lebih mulia ketimbang Abu Bakar, Umar, dan Utsman, mereka tetap mengakui ketiganya sebagai khalifah yang sah. Lantaran masih menganggap tiga sahabat nabi yang lain, Syiah Az-Zaidiyah dinamakan Ar-Rafidhah, yakni penolak untuk menyalahkan dan mencaci.
Dalam menetapkan hukum, kelompok ini menggunakan Al-Quran, sunah, dan nalar. Mereka tidak membatasi penerimaan hadis dari keluarga Nabi semata, tetapi mengandalkan juga riwayat dari sahabat-sahabat Nabi lainnya.

4. Syiah Istna Asyariah
Kelompok ini dikenal juga dengan nama Imamiyah atau Ja'fariyah yang percaya 12 imam dari keturunan Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra, putri Rasulullah SAW.
Syiah Istna Asyariah merupakan mayoritas penduduk Iran, Irak, dan ditemukan juga di beberapa daerah di Suriah, Kuwait, Bahrain, India, Saudi Arabia, dan beberapa daerah bekas Uni Sovyet. Ini adalah kelompok Syiah mayoritas.

©2012 TEMPO.CO SABTU, 01 SEPTEMBER  | 09:55 WIB, Jakarta.

Jenazah mendiang Ayatullah Muhammad Hussein Fadlallah, ulama besar Syiah di Libanon.

Sabtu, November 12, 2016

Lambang Fekai diuang Rupiah kita



Karena ini lagi ramai di fb, saya mau share sedikit tentang logo BI di uang Rupiah yang katanya mengandung unsur-unsur tertentu. 

Tafsiran terhadap simbol memang bisa macam2. Tapi perlu saya jelaskan di sini bahwa setiap uang Rupiah itu dibuat mengandung unsur pengaman atau security features. Tujuannya agar masyarakat dapat mengenali keaslian uang, dan membedakan dengan uang palsu. 


Nah, terkait dengan logo BI yang diributkan, itu sebenarnya adalah sebuah fitur pengaman. ---Namanya Rectoverso.---


 Nah cara ngeliatnya adalah dengan menerawang simbol tersebut ke arah lampu atau cahaya. Pasti akan terlihat logo BI secara utuh. Bukan simbol yg lain. 

Jadi ayuk ah, ga usah ribut sesuatu yang sebenarnya bisa dijelaskan seperti ini. 

Plis cek deh di gambar ini. Salam semangat.






Copyright © 2016 FB Junanto Herdiawan 111216 15:59

Sulitnya Menjadi Da'i di Iran




Sulitnya Menjadi Da'i di Iran....  _✍

Di Iran, ada kantor urusan tabligh, dibawahi kementerian kebudayaan dan bimbingan Islam. Aturannya yang melakukan tabligh adalah para santri hauzah yang telah mengantongi sertifikat atau ijazah yang menunjukkan bahwa mereka punya kelayakan untuk menjadi dai dan melakukan kerja-kerja tabligh di tengah2 masyarakat… [ingat, hanya santri hauzah, meskipun pandai/ceras tapi jika belajar Islamnya sekedar otodidak, tetap tidak diperkenankan mengisi mimbar masjid]

Persyaratan untuk mendapatkan sertifikat itu adalah mengikuti daurah muballigh [untuk mengikuti daurah ini harus dinyatakan telah menyelesaikan beberapa pelajaran tertentu], setelah lulus dari daurah itu pun tetap harus melewati proses screening lagi, yang lebih ketat. Pasca dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar muballigh, kembali harus mengikuti kelas umum tabligh dalam sehari… biasanya yang memberi materi kuliah pada kelas umum ini adalah ulama besar...

Setelah itu, muballigh akan diberi tugas tabligh di daerah2 yang telah ditetapkan, dibekali dana tabligh dan keluarga yang ditinggalkan ditanggung kebutuhannya. Muballigh yang diutus kedaerah2, tidak diperkenankan menerima amplop dari masyarakat, dan masyarakat juga tahu muballigh tidak membutuhkannya karena telah ditanggung pemerintah dan hauzah yang mengutusnya…

Muballigh, selama bertugas tabligh di daerah, akan menjadi imam shalat, khatib, menjawab pertanyaan-pertanyaan keagamaan masyarakat, memimpin doa dan acara-acara keagamaan, menjadi penghulu dan jadi juru damai bagi suami-istri yang bertengkar…

Karena bukan hidup dari sumbangan dana masyarakat, materi-materi dakwah muballigh Iran sama sekali tidak bergantung pada kecenderungan dan kemauan masyarakat setempat, tapi berdasarkan apa yang sedang mereka butuhkan… muballigh tidak harus berusaha meraih simpatik masyarakat dengan hanya menyampaikan hal-hal yang disukai masyarakat, meski hal2 yang disenangi itu tidak jarang justru tidak sejalan dengan syariat…

Pengutusan muballigh2 ini, dilakukan pada bulan Sya’ban, Ramadhan dan Muharram… untuk bulan-bulan selainnya, memang disetiap daerah telah ada tokoh agamanya masing-masing… pengutusan muballigh bertujuan untuk penyegaran dakwah, ajang silaturahmi, memperkenalkan muballigh dengan medan dakwah dan untuk memberikan bimbingan kepada masyarakat secara lebih intens… yang karena para muballigh tersebut keluaran daurah yang sama, menyelesaikan dars2 hauzah yang sama, maka tidak menimbulkan kebingungan ditengah2 masyarakat dengan menyampaikan hal-hal yang kontroversial dan berbeda satu sama lain… perbedaan dan kekhasan masing2 muballigh hanya berbeda dari sisi metode penyampaian materi2 dakwah mereka…

Hal ini bukan hanya berlaku bagi muballigh Syiah, namun juga muballigh Ahlus Sunnah di Iran… pengangkatan para santri hauzah menjadi muballigh, diupacarakan secara resmi dengan simbolitas pemakaian amamah [surban] yang dikenakan langsung oleh ulama besar kepada santri yang dinilai memenuhi syarat untuk menjadi muballigh Islam… [jadi tidak semua santri berhak menyandang gelar muballigh Islam]


Pemerintah hanya mengelola, tidak ada sangkut pautnya dengan materi dakwah yang disampaikan muballigh ditengah2 masyarakat, kinerja mereka diawasi tim yang dibentuk hauzah, dan para muballigh harus melaporkan hasil kerja2 dakwahnya dalam bentuk laporan tertulis, foto dan video sebagai bukti, mereka telah menjalankan amanah... muballigh yang terlibat pada kelakuan2 yang mencemarkan nama baik hauzah/lembaga keislaman yang tidak bisa ditolerir [menipu, berzina, mencuri, dll yang menyalahgunakan posisinya sebagai muballigh], akan dicopot gelar muballighnya, melalui persidangan di mahkamah... tdk jarang, materi dakwahpun berkenaan dengan sikap kritis terhadap kebijakan pemerintah dengan menyerukan agar masyarakat tetap setia pada pemerintahan sistem Islam... yang dicopot gelar muballighnya, akan kembali menjadi masyarakat awam, dan tidak lagi diperkenankan berdiri diatas mimbar... sampai kapanpun...

Coba bandingkan. disebuah negeri anta barantah, Islam justru diperkenalkan oleh orang-orang yang tidak jelas latar belakang pendidikan Islamnya, yang hanya belajar dari internet yang sumbernya tidak jelas pula, pengajian singkat bertajuk "akhi ukhti", kajian Islam dari orang yang tidak ahli dalam Islam, yang membawa Islam pada agama dangkal dan intoleran. Yang membawa Islam pada agama kekerasan, penodaan terhadap kemuliaan manusia, pengkafiran, kehilangan makna spiritual dan membawa Islam menjadi agama kaku, primitif dan terbelakang... karenanya tidak mengherankan, jika di negeri itu, ada artis yang sebelumnya memerankan tokoh Kyai besar malah beralih agama, dengan alasan ia menemukan ajaran cinta kasih pada agama barunya…

Berikut diantara foto-foto santri hauzah Iran, baik Syiah maupun Ahlus Sunnah, yang dinyatakan seraca resmi menyandang gelar muballigh Islam… mereka mengantongi ijazah, yang mengukuhkan mereka berhak memberi penjelasan mengenai Islam...

Foto pertama, prosesi kelulusan santri dan pengangkatan sebagai muballigh dengan pengenaan surban oleh ulama besar...

Foto kedua, tangis haru muballigh Ahlus Sunnah Iran, pasca pengukuhan... bisa dibayangkan betapa berat perjuangan mereka untuk bisa diakui sebagai muballigh Islam...

Foto ketiga,  kegembiraan masyarakat ahlus sunnah Iran, jika ada dari kampung mereka yang dikukuhkan sebagai muballigh Islam...

[reshare from : Ismail Amin, sementara menetap di Qom]
==============

Di indonesia modal jenggot. jidad hitam / sorban + terjemah sudah bisa disebut ulama, bisanya hanya menggurui bukan menjadi guru. Sedangkan kyai yang cinta dengan budayanya, hanya karena dia memakai blankon disebut liberal/syiah/dukun.
Ada syiah/liberal/dukun memakai blankon? 😄



Copyright © 2016 FB Wahabi Garis Lurus


Edited 111216 15:35
~Is




Jumat, November 11, 2016

Penista Agama

Membela Penista Agama




11 November 2016
Opini & Artikel

Apakah yang dimaksud dengan penistaan agama?

 

Penistaan adalah bentuk lain dari kata penghinaan dan pencelaan. Objek yang dihina adalah konsep agamanya, bukan penganutnya. Jika yang dihina adalah penganutnya, tidak layak dikatakan sebagai penistaan terhadap agama karena penganut sebuah agama tidaklah cermin dari agama itu sendiri, kecuali yang dihina adalah pembawa risalah agama tersebut yang merupakan contoh mutlak atau wujud hidup dari agama tersebut.

 

Dalam kasus Ahok, yang dihina tidak agamanya tapi segelintir oknum yang menjual ayat untuk kepentingan politik perebutan kekuasaan. Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyatakan pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengenai Al Maidah 51 bukanlah penistaan. Menurut dia penistaan tidak tergambar dalam kalimat Ahok. Kalimat Ahok menyatakan surat Al Maidah digunakan orang lain untuk mempengaruhi pilihan politik.

 

Saya juga menyimak betul apa yang disampaikan bapak gubernur. Saya memahami bahwa konteksnya tidak dalam arti menghina ayat ya,” jelas Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.

 

Lalu siapakah yang dimaksud dengan penista agama?

 

Penista agama yang nyata saat ini adalah ---Salman Rushdie--- yang mencurahkan segenap pemikirannya mengarang buku “Satanic Verse” atau “Ayat-ayat Setan”. Yang diserang adalah konsep agamanya yang berbentuk kitab suci dari agama islam. Apakah ada demo besar-besaran menuntut Salman Rushdie dihukum? Satu-satunya yang mengeluarkan fatwa untuk membunuh Salman adalah orang yang teranggap kafir oleh yang berdemo menuntut Ahok. Sedangkan yang lain hanya diam seribu bahasa karena Salman tidak bernilai politis untuk diperjuangkan.

 

Penista agama lainnya adalah yang mencoreng agama yang dia anut dengan wajah yang bengis dan ucapan yang tidak mencerminkan agama yang dia anut namun menganggap dirinya adalah refleksi dari agama itu sendiri. Umumnya aliran ini sangat mudah mengkafirkan dan menghalalkan darah siapa saja yang bertentangan dengan diri dan kelompoknya.

 

Penista agama lainnya adalah yang merubah makna ayat dari yang semestinya menjadi menyimpang jauh dan mengakibatkan distorsi makna lalu digunakan untuk kepentingan pribadi dan golongan.

~ManhajSalafi

(c) 111116 14:56


Minggu, Februari 14, 2016

Kereta Api Cepat Memang Perlu Cepat-cepat

[OPINI] Kereta Api Cepat yang Memang Perlu Cepat-cepat

By Liputan6 on 15 Feb 2016 at 15:45 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Tahun 2003, lima tahun setelah pemerintah membentuk Kementerian BUMN, keluarlah Undang-undang (UU) Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Presidennya adalah Ibu Megawati Soekarno Putri, Menteri Perindustrian Rini Soemarno, Menteri hukumnya (saat itu bernama Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia) Prof. Yusril Izha Mahendra, dan Menteri BUMN kala itu Ir. Laksamana Sukardi.

Yang menarik perhatian saya adalah suasana saat itu di kalangan pejabat-pejabat kementerian teknis (Kemenhub, PU, Kehutanan, Pertanian dll) yang 'marah besar'. “Kalau begini undang-undangnya, berarti negara berbisnis,“ begitu umpat mereka.

Harap maklum, berkat UU itu BUMN sudah sepenuhnya lepas dari kendali birokrat. BUMN yang tadinya  'alat' bagi birokrat, kini sepenuhnya berada di bawah kementerian BUMN. Sebaliknya, wajah pendiri Kementerian BUMN, Tantri Abeng Sumringah. Ia sudah lama merindukan BUMN yang mandiri, yang mampu memberi kontribusi besar bagi negara sebagai  value creator.

Apa yang baru dalam UU itu?

Pertama, jelas disebut dalam pasal 1 (10), modal negara yang dipakai dalam BUMN adalah kekayaan Negara yang dipisahkan. Kedua, dalam pasal 2, tujuan pendirian BUMN adalah (a) Memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional dan penerimaan Negara, (b) Mengejar Keuntungan.

Pasal-pasal itu jelas ada di halaman depan, paling atas. Jadi siapapun yang membacanya pasti akan segera paham BUMN sudah berubah. Ia bukan lagi kementerian teknis yang boleh sesuka hati bekerja tanpa memikirkan untung/rugi, risiko, dan kontribusi bagi negara.

Dengan demikian BUMN ditugaskan untuk mencari keuntungan, yang setiap akhir tahun dividennya pasti ditagih oleh negara untuk menambal kekurangan pendapatan dari pajak. Seperti akhir tahun lalu, siapa sih yang menambal kekurangan pendapatan pajak? Saya kira jelas, BUMN yang melakukan revaluasi aset.

Kemudian 13 tahun kemudian yaitu 2016, keributan ini kita alami. Padahal orang-orangnya masih sama, malah makin berkuasa. Tiba-tiba semua ribut, meributkan mengapa BUMN membangun kereta cepat. Kenapa ini dan itu. Pasal tuduhannya juga berlapis-lapis membuat publik bingung.       

Padahal semua orang tahu, pendapatan pajak kita tengah mengalami stagnasi, sulit ditingkatkan. Negara dalam keadaan gawat, dan kita harus lebih cerdik mencari pemasukan bagi negara.  Mereka juga tahu pertumbuhan ekonomi kita melambat, ancaman pengangguran begitu besar.

Alih-alih bersatu, mereka malah saling bertengkar, melarang pemerintah mencari sumber-sumber baru untuk menggerakan perekonomian.  Kereta cepat yang dibangun tanpa APBN itu terus digunjingkan.

Lapangan pekerjaaan yang mau diciptakan, kalau bisa tidak menjadi kenyataan. BUMN pun dicaci seakan-akan bakal dicaplok China. PMA yang masuk pun kita buat ragu, ketidakpastian diciptakan lewat `perang mulut`. Bukan data akademik yang dipakai melainkan saling-silang opini.

Selamat datang kerumitan dan ketidakpastian!

Beda paradigma-beda ucapan

Dari kementerian teknis kita membaca betapa paradigma lama masih terjadi. Pertama kementerian teknis adalah kementerian yang tugasnya menghabiskan anggaran negara. Dalam soal infrastruktur, kementerian teknis tidak mungkin memakai uang sumbangan swasta, apalagi modal asing.

Dalam pembangunan transportasi publik, ia hanya berpikir point-to-point.  Kementerian BUMN pada sisi lain, harus berpikir keekonomian dan keuntungan. Sudah pasti yang ia cari adalah 'pasar yang gemuk'. Dan modalnya boleh patungan, berasal dari asing atau mitra domestik.

Dengan bekal UU Nomor 19 Tahun 2003 itulah KA cepat dibangun, melalui konsorsium 4 BUMN (WIKA, Jasa Marga, PT Perkebunan, dan PT Kereta Api Indonesia) bersama konsorsium Tiongkok (yang dipimpin China Railway International Co.).

Jadi ini adalah PMA dan mereka membentuk PT Baru: PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC). Untuk apalagi tujuannya, kalau tidak menjalankan UU BUMN tadi, mengejar keuntungan. Seperti layaknya sebuah PT, tanggung jawabnya tentu terbatas pada penyertaan modal masing-masing.

Nah menarik sekali diamati beda perspektif itu begitu kuat karena masing-masing kementerian memegang UU-nya sendiri. Kementerian BUMN punya UU, demikian pula Kementerian Perhubungan (tentang KA) dan Kementerian LH/Kehutanan.

Tetapi layaknya sebuah organisasi besar, semua harus tunduk pada konstitusi dan tentu saja pada Visi besar Presiden. Anda mungkin masih ingat ucapan Presiden di awal terbentuknya kabinet: Tidak ada Visi kementerian, yang ada hanya satu visi, visi Presiden.

Itu baru perspektif antar menteri. Belum lagi perspektif para konsultan yang dibiayai oleh dua pihak yang bersaing (China atau Jepang) yang muncul sebagai pengamat. Atau persoektif Jepang yang mau kita bermacet tia membeli otomotif sebanyak-banyaknya, atau perspektif Tiongkok yang ingin menjalin sejarah jalan Sutra. 

Kalau perspektif para politisi, ya kita sudah mengertilah. Selain rivalitas, kualitas masing-masing politikus memang amat beragam: ada yang mampu dan mau membaca UU dan ada yang malas dan asal bunyi. Itu sudah biasa kita dengar sebagai bumbu penyedap tontonan.

Mengapa cepat-cepat?

Saya mulanya juga bingung, kok di era Jokowi ini semua berlangsung cepat. Jalan- jalan tol yang mangkrak tiba-tiba sudah dibuka.

Jalan tol Becak Kayu (Bekasi-Cawang-Kp Melayu) yang mangkrak sejak 1998, kini sudah diambil alih dan dibangun BUMN Waskita Karya. Jalan Tol Cipali diresmikan sebelum Hari Raya Idul Fitri. Waduk-waduk baru diresmikan berturut-turut. Semua itu dilakukan via BUMN.

Tetapi memahami kondisi ekonomi yang melambat dan ancaman pengangguran dewasa ini, saya agak bisa paham.  Ia tidak sibuk menghancurkan pikiran atau program pendahulunya, malahan ia buat jadi kenyataan. Jadi pastinya lebih mudah.

Hanya saja, syarat ini harus dipenuhi: luluhkan para pemburu rente. Percepat cara kerja birokrasi dan hindari pekerjaan yang spekulatif, yaitu pembebasan tanah. Karena itulah dipakai tanah yang sudah ada. Miliknya negara.

Sama seperti saat Amerika Serikat dilanda resesi, presidennya selalu menggerakkan pembangunan infrastruktur. Selain besar manfaatnya, lapangan pekerjaan pun bisa digerakkan. Bahkan bila perlu, mereka mengambil hutang. Bukankah di masa krisis itu modal dan harga barang-barang modal sedang murah?

Kita juga perlu belajar membedakan antara bad debt (utang untuk berfoya-foya, konsumsi) dengan good debt (utang untuk investasi). Dan yang namanya hutang investasi tadi, mustahil dikucurkan investor kalau business plannya tidak jelas, tidak menguntungkan.

Apalagi sekarang BUMN-BUMN  kita sudah dilengkapi dengan komite-komite risiko dan komite audit. Sulit rasanya untuk membodoh-bodohi mereka.

 Lantas dari mana sumber pendapatannya?

Lagi-lagi kita mendengar ucapan mereka yang menganut perspektif  kementerian teknis. Harga tiket kemahalan, rakyat tak mampu bayar Rp 200 ribu. Nanti kalau rugi bagaimana? “Sudah kami hitung tidak untung.”

Sekali lagi, itu adalah perspektif kementerian teknis. Point to point, no value creation, bukan hitungan bisnis.

Seorang direktur BUMN anggota konsorsium mengatakan, “kalau hitungannya (bisnisnya) kaya begitu, kami juga tak mau masuk.” Mereka benar! Uang tiket saja tidak menguntungkan. Semua orang tahu public transportation harus disubsidi negara. Di situlah perlunya kalkulasi bisnis.

Dan hitungan itu adalah value creationyang didapat dari kegiatan koridor ekonomi di 4 TOD (Halim, Karawang, Walini, dan Tegal luar-Bandung). Di situ akan dibangun perumahan, rusun untuk para pekerja, Rumah Sakit, Universitas, dan sebagainya.

Kalau Lippo saja bisa meraup untung di Karawaci dan Cikarang, apa mungkin di kawasan yang lebih besar dan lebihaccessible mereka masih rugi? Itulah hebatnya konglomerat mengendus bisnis yang terjadi karena bodohnya kita mengelola kekayaan negara yang sudah dipisahkan tadi.

Lalu benarkah Rp 200 ribu sudah kemahalan?

Saya ingin mengajak Anda melihat penghasilan kita 4 tahun dari sekarang saat KA Cepat itu diresmikan. Mungkin anda sudah punya penghasilan satu setengah kali lipat dari sekarang. Lalu tengoklah berapa harga tiket masuk Dufan–Ancol hari ini. Benar! Hari ini tarifnya sudah Rp 250 ribu dan ramai sekali.

Lalu apakah rakyat diuntungkan?

Saya ingin mengajak anda merenungi tiga hal ini. Pertama, kalau lapangan kerja tidak diciptakan, apakah rakyat diuntungkan? Proyek ini jelas ditujukan untuk menciptakan pekerjaan.

Kedua, kalau jalan tol Jakarta-Bandung yang sudah padat ini dibiarkan tetap padat dan macet, apakah rakyat kecil diuntungkan? Bukankah harga tiket bis bisa dinaikkan karena biaya bahan bakar mereka juga meningkat?

Ketiga, kalau kereta cepat lebih dulu dibangun oleh konsorsium Singapore-Malaysia untuk menghubungkan kedua Negara, apa Anda pikir turis-turis kita tidak berjejal di negeri  jiran itu?

Mari kita renungkan dengan jernih dan jauhkan dari cara berpikir rivalitas yang menjauhkan kita dari rakyat. Jalan tol sudah terlalu padat, jangan berpura-pura tidak tahu. Kita sudah hidup dalam gempuran urbanisasi.

Dan kalau alternatifnya tak dibangun segera, kita akan mati berdiri di tengah-tengah kemacetan lalu lintas, mati diterpa krisis yang kita buat sendiri.

Penulis

Prof. Rhenald Kasali



Support by Blog Sehat, My Web & My Press
16:54 Peb-16 ©2016

Senin, September 28, 2015

persepektif faham2 atas musibah blaem2

Ini perspektif asal bunyi saya saja yang berasal dari massifnya tulisan musibah haji Makkah 2015 di berbagai media dan sosmed termasuk broadcast dari ponsel, dari tokoh aktivis mahasiswa era reformasi, dll.

Ini saya copy dari DR. Dr.Judilheri Justam (plus tambahan buat lucu-lucuan dari saya... sorry yak kalo dianggap serius. aslinya tambahan ini cuman buat fun tanpa maksud menohok suatu kaum)...

Pandangan berbagai paham atas penyebab Tragedi Ibadah Haji Tahun ini : Kecelakaan Mina, Kebakaran Hotel, Jatuhnya Crane.

(cekidot..) <= @wandhy_vii

JABARISME FATALIS : 
"Ini murni kemauan Tuhan. Tak ada usaha yang dapat menghindarkan kita dari ini. Jangan cari-cari siapa yang salah. Kirim saja Alfatihah."

QADIRISME MU'TAZILIS : 
"Ini 100% kelalaian manusia. Seandainya dikelola dengan bagus, hal-hal sederhana ini tak akan membawa bencana."

SYI'ISME JA'FARIS : 
"Ini karena ada hukum-hukum Tuhan yang tidak sempurna terpenuhi oleh kita, sehingga memberi izin bagi-Nya untuk terjadi malapetaka." ( like emotikon like emotikon like emotikon )

SALAFI TAKFIRIS : 
"Ini gara-gara jama'ah Syiah yang membawa sial bagi kita semua." (hoahahahaha.... \m/)


WAHABI EKSTRIMIS :
"Ini disebabkan bid'ah dan khurafat yang masih mewarnai perilaku jamaah haji kita." (ini lagi gngs : gobloknya nembus galaksi sebelah pacman emotikon pacman emotikon pacman emotikon )

WAHABI TELETUBBIES KENTHIRIS : 
"Harus ada investigasi, kenapa crane-crane yang lain tidak melakukan sujud, mungkinkah yang lain itu golongan liberal?" ( pacman emotikon pacman emotikon pacman emotikon )

TEOLOG SKRIPTURALIS : 
"Ini sesuai dengan ayat yang bunyinya: 'Semua yang bernyawa akan mati, dimanapun, kapanpun, dan dengan cara apapun'."

FUQAHA SYARI'ATIS : 
"ini akibat ramai-ramai cari pahala pada waktu terafdhal untuk melempar Jumrah."

SUFISME ESOTERIS : 
"Inilah jalan terbaik untuk kembali kepada-Nya. Berbahagialah yang meninggal di tanah suci pada saat menjadi tamu-Nya." (iki sakjane saiia juga pengen.... tapi jih rumongso enak urip ne alam ndonyo, jadi urung wani mantuk ne bekale mung sak crit-an)

IMANI SKEPTISIS :
"Apakah Tuhan benar-benar melindungi tamunya di rumah-Nya? Atau tamunya yang harus menjaga diri sendiri?" (lah... situ maunya gimana?? ai hairan duech)

SPIRITUAL PRAGMATIS : 
"Ini konyol. Jauh-jauh mencari kenyamaan dalam wisata rohani, justru semakin was-was dengan berbagai kecelakaan dan musibah." (bangsa gngs juga ini sih.. kalo udah waktunya mati, tidur juga bisa mati)

DEVELOPMENTAL ENVIRONMENTALIS :
"Ini gara-gara pemerintah Saudi yang mulai agresif pada kapitalisasi pembangunan dalam bentuk mall dan hotel-hotel, dengan mengabaikan investasi maksimal pada manajemen keselamatan lingkungan dan manusia." (ampunnn.... aku wis mblenger jih di kuliahi gratis meneh)

ARISTOKRATISME BIROKRATIS : 
"Ini karena jamaah yang kampungan, tidak disiplin, dan tidak mau taat kepada aturan yang kami buat." (ah kauuuu !!!)

SOSIALISME RELIGIUS :
"Ini karena sifat individualisme ingin menang sendiri dan tidak menghiraukan keselamatan jamaah lainnya." ( like emotikon like emotikon like emotikon )

LIBERALISME RELIGIUS :
"Coba kalau pengelolaan haji diserahkan kepada pihak swasta secara terbuka, pasti kinerja dan profesionalisme akan lebih terjaga. Tidak acak-acakan seperti ini setiap tahunnya." (patut di pertimbangkan untuk dikelola oleh lembaga muslim internasional)

SOSIO-ENTREPRENEURIALIS : 
"Ini karena komersialisasi haji oleh Saudi yang mengurangi aspek kualitas. Audit harus dilakukan!"

ANTI-JOKOWIS : 
"Musibah ini adalah kesialan yg terjadi setelah Jokowi mengunjungi Saudi." (iki bangsane kampret kekinian, muride nabi John Roe)
Anti 3 DPR : "ini gara-gara 3 orang DPR yang kesitu." (anti tesis muride nabi John Roe)

JURNALISME INFO-TAI-Ne-MENT INVESTIGATIF : 
"Apakah benar bencana ini disebut-sebut terkait dengan putra mahkota Saudi yang saat itu lewat disana bersama pasukan dan penjaganya, sehingga menghentikan langkah jamaah terdepan, lalu terdorong oleh jamaah dari belakang dan akhirnya jatuh terinjak-injak?" (lambene karo monyong-monyong koyo pembawa acara gosip ne tipinan)

JOMBLONIS AKUTIS : 
"Ini karena para jama'ah haji yang punya anak perempuan lalai, bahwa banyak perjaka muda yang sedang cari pasangan dan mereka termasuk kaum yang teraniaya.... " (huahahaha)
Dan.... yang manakah kamu??? Kamu.... iya kamu
Have a nice weekend everyone ! \m/






_

Akhlak yang Mulia

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ﺇِﻧَّﻤَﺎﺑُﻌِﺜْﺖُ ﻟِﺄُﺗَﻤِّﻢَ ﺻَﺎﻟِﺢَ ﺍﻟْﺄَﺧْﻠَﺎﻕِ “Sesungguhnya aku hanya diutus untuk meny...