Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Januari 06, 2018

7 Alasan Anak-anak Harus Bermain dan Membatasi Gadget

Salam, 🙏
     Berikut saya salin-rekatkan dari laman Facebook Rumah Zakat, 7 (tujuh) alasan orangtu "harus" membiarkan anak-anaknya bermain selayaknya anak-anak bermain. Dan membatasi penggunaan gadget dalam aktifitas kesehariannya ;


           7 Alasan Anak Harus Main di Luar, Bukan Main Gadget

1. Penurunan perkembangan otak
Pada lima tahun pertama hidupnya, otak anak berkembang sangat pesat. Studi menunjukkan bahwa terlalu banyak gadget akan memengaruhi fungsi otak dan menyebabkan anak menjadi kurang perhatian terhadap lingkungan sekitar.

2. Radiasi
Penelitian yang dilakukan Universitas Leeds di kota Leeds dan Universitas Manchester and Institute of Cancer Research di Manchester, Inggris, menyatakan bahwa syaraf anak masih berkembang dan tengkorak tipis membuat anak rentan terserang radiasi dari ponsel. Penggunaan telepon genggam di dekat kepala anak dikhawatirkan akan menghancurkan sel otak balita.

3. Mengurangi kemampuan interaksi sosial
Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di The New York Times, penulis buku iBrain:Surviving the Technological Alteration of the Modern Mind dan Direktur Longevity Center di Universitas California, Dr Gary Small mengatakan anak-anak yang menghabiskan terlalu banyak waktu dengan teknologi, akan mengurangi interaksi dan mengganggu keterampilan komunikasi.

4. Tempramental
Coba sesekali perhatikan perilaku anak yang berinteraksi dengan gadget berjam-jam lamanya. Apakah anak Anda menjadi agresif? Tantrum adalah bentuk paling umum dari agresivitas di kalangan balita. Sikap agresif dan tantrum merupakan akibat dari paparan gadget. Saat mereka tumbuh dewasa, anak-anak yang kecanduan game lebih mungkin untuk tidak mematuhi orang tuanya.

5. Obesitas
Anak-anak yang mengandalkan waktu bermain mereka di depan layar gadget daripada di taman bermain, tidak dapat membakar kalori di tubuhnya. Satu dari tiga anak Amerika mengalami obesitas yang dapat menyebabkan komplikasi penyakit seperti diabetes, serangan jantung, dan stroke.

6. Merusak penglihatan
Kontak yang terlalu lama di layar komputer dapat merusak mata. Para ahli mengatakan, penglihatan yang baik diperoleh jika menatap benda dari jarak yang bervariasi. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang kecanduan bermain game komputer lebih mungkin mengalami gangguan pada mata mereka.

7. Kurang minat bermain di alam terbuka
Gadget 'membunuh' perkembangan anak. Beberapa orang tua tidak menyadari bahwa anak mereka terasing dari alam, tumbuhan, hewan, danau, dan langit. Balita harus mampu melempar bola, melompat, berlari, dan bernyanyi. Intinya, anak harus aktif bergerak untuk merangsang perkembangan saraf motorik.

#RZKeilmuan #SharingHappiness #Zakat #Sedekah #Sharing #Happiness #Berbagi #Donasi #DonasiOnline
sumber: m.metrotvnews.com
©2018 Jan 06 13:19     ed.Jn1218


😊
Kids Jaman Now Keep spirite..

Senin, Desember 26, 2016

KOEFISIEN KEBAHAGIAAN

KOEFISIEN KEBAHAGIAAN
(sebuah catatan yang ditulis dengan hati)
___

"Apa cita-cita Afi dalam hidup ini?", adalah sebuah pertanyaan yang diajukan seorang wartawan pada suatu malam.
"Cita-cita saya adalah ingin bahagia."
"Itu terlalu abstrak, Fi. Yang ril bagaimana?"
"Tidak, jawaban itu tidak abstrak bagi saya, Pak."
.
Semua kegiatan manusia hanyalah bermuara pada pencarian RASA. Jika ditelusuri sampai akar terdalam, uang adalah alat yang kita genggam untuk 'mengeruk' rasa aman dan nyaman.

Kita mengejar pendidikan untuk memberi rasa puas pada hati dan pikiran akan pengetahuan.
Menikah untuk mencari rasa bahagia yang mungkin tidak bisa kita dapatkan dengan cara lainnya.

Kita minum obat untuk menyingkirkan rasa sakit dan mengembalikan kesehatan.
Kita mengidamkan kelegaan dari sebuah tangisan.

Bahkan, masuk surga pun adalah keinginan terdalam kita untuk mendapatkan RASA bahagia. Di dalam sana, yang konon semua hal sudah tersedia sebelum diminta, ada jaminan akan kebahagiaan tanpa akhir.
Lagi-lagi hanya RASA, karena memang segala hal ujung-ujungnya bermuara ke sana.
.
Masalahnya, kita semua terlena pada 'bungkus' semata. Kita berpikir bahwa kebahagiaan hanya berbungkuskan uang dan kedudukan.
Kenyataannya? Tunggu dulu.
.
Semesta mengijinkanku untuk merasakan beberapa hal yang kupikir akan meningkatkan kebahagiaan secara signifikan.
Aku dulu berpikir aku akan sangat bahagia jika punya laptop. Setelah punya laptop aku memang bahagia, namun perasaan itu hanya bersarang sebentar saja. Setelahnya kembali pada 'keadaan perasaan' semula.
Aku dulu ingin gadget ini dan itu. Ternyata, setelah beberapa waktu semesta benar-benar menghadirkannya di genggamanku. Namun, apakah aku benar-benar berbahagia seperti yang kukira sebelumnya?
Jawabannya mungkin mengejutkanmu: tidak.
.
Itulah yang kusebut dengan koefisien kebahagiaan. Saat kita menerima ataupun mengalami hal baru, kebahagiaan mungkin bertahan beberapa lama, tapi kemudian perasaan batin kita akan kembali pada level semula. Netral.

Lalu, kemudian kita melakukan pencarian lagi dengan dosis yang lebih tinggi.
Bila dulu kita bisa terpuaskan dengan uang sejuta, sekarang kita butuh sepuluh juta untuk mendapatkan kadar kepuasan yang sama.
Aku bahagia dengan uang saku tujuh ribu pemberian orang tua sampai aku mendengar temanku diberi lima belas ribu tiap harinya.
.
Guru Gede Prama mengatakan bahwa penderitaan dimulai saat kita merendahkan yang kita miliki dan meninggikan yang tidak kita miliki.
.
Perhatikan, kita sering berkata bahwa Tuhan Maha Adil, tapi seberapa banyak pemahaman itu mempengaruhi kehidupan nyata kita?
Seorang sopir telah merasa begitu bahagia hanya dengan mengajak keluarganya makan di McDonald's. Sedangkan, seorang bos perusahaan baru bisa mendapatkan kebahagiaan dengan kadar yang sama saat liburan ke luar negeri.
.
Kita juga perlu membedakan kebahagiaan (happiness) dan kesenangan (pleasure).
Pleasure adalah sensasi ketika berhasil mencapai keinginan.
Kebahagiaan adalah tingkat kesadaran/pemahaman bahwa BUNGKUS berbeda dengan ISI.
.
Berapa banyak orang yang jatuh begitu 'rendah' hanya karena uang?
Berapa banyak siswa yang mengorbankan integritas dan pekerti hanya karena selembar raport yang begitu mudah diubah?
Kita telah terbuai oleh bungkus sehingga lupa YANG SEBENARNYA KITA CARI ITU APA; bungkus atau isinya?
Benda atau rasa yang dibawa?
.
Uang bisa membeli buku, tapi bukan ilmu.
Uang bisa membeli kasur, tapi bukan tidur.
Uang bisa membeli obat-obatan, tapi bukan kesehatan.
Uang bisa membeli makanan, tapi bukan rasa kenyang.
Uang bisa membeli jabatan, tapi bukan kehormatan.
Uang bisa membeli teman dan pasangan, tapi bukan kasih sayang.
.
.
*)Afi
Bekasi, 23 Desember 2016

©2016 facebook. Salintempel Des-2616 20:50

Kamis, November 10, 2016

Juara Kehidupan





Matahari TANPA sinar tidak layak disebut matahari, DEMIKIAN juga dengan diri kita.

Kita adalah MATAHARI yang seharusnya memancarkan sinar, SEKALIPUN mendung kelabu menutupi pandangan orang UNTUK melihat keindahan cahaya kita.

“BUKAN karena hari ini INDAH kita BAHAGIA, tapi karena kita BAHAGIA maka hari ini menjadi INDAH”

BUKAN karena tidak ada “RINTANGAN” kita menjadi “OPTIMIS”, tapi karena kita “OPTIMIS” maka “RINTANGAN” menjadi tidak terasa.

BUKAN karena “MUDAH”, kita “YAKIN BISA”. Tapi karena kita “YAKIN BISA” maka semuanya JADI “MUDAH”.

BUKAN karena semua “BAIK” maka kita “TERSENYUM”,
tapi karena kita “TERSENYUM” maka semua menjadi “BAIK”.
BUKAN karena kita mengucap “SYUKUR” maka “KEBAHAGIAAN” terasa dekat. Tapi “BERSYUKURLAH” maka “KEBAHAGIAAN” senantiasa dekat.

Tidak ada hari yang menyulitkan kecuali kita “SENDIRI” yang membuatnya menjadi “SULIT”.

JANGAN pernah mengeluh dengan adanya “KESULITAN”, karena “KESULITAN” lah yang telah BIKIN kita lebih BAIK dan KUAT dari sebelumnya.

Sesungguhnya KUNCI sukses dalam hidup ini adalah SELALU mengucap syukur


http://www.pendidikankarakter.com/juara-kehidupan/

November 102016 21:57
~Is


Akhlak yang Mulia

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ﺇِﻧَّﻤَﺎﺑُﻌِﺜْﺖُ ﻟِﺄُﺗَﻤِّﻢَ ﺻَﺎﻟِﺢَ ﺍﻟْﺄَﺧْﻠَﺎﻕِ “Sesungguhnya aku hanya diutus untuk meny...