Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, Januari 07, 2026

Polling Pilpres 2024





<script type="text/javascript">
(function(d,s,id,u){
  if (d.getElementById(id)) return;
  var js, sjs = d.getElementsByTagName(s)[0],
      t = Math.floor(new Date().getTime() / 1000000);
  js=d.createElement(s); js.id=id; js.async=1; js.src=u+'?'+t;
  sjs.parentNode.insertBefore(js, sjs);
}(document, 'script', 'os-widget-jssdk', 'https://www.opinionstage.com/assets/loader.js'));
</script><div id="os-widget-1190781" class="os_poll" data-path="/polls/2924004" data-of="ws7udios-official" data-opinionstage-widget="7b095cbc-91c6-46e2-a91e-f45470674f94"></div>




<iframe name="opinionstage-widget" src="https://www.opinionstage.com/api/v2/widgets/7b095cbc-91c6-46e2-a91e-f45470674f94/iframe" data-opinionstage-iframe="7b095cbc-91c6-46e2-a91e-f45470674f94" width="100%" height="800" scrolling="auto" style="border: none;" frameBorder="0" allow="fullscreen" webkitallowfullscreen="true" mozallowfullscreen="true" loading="lazy" referrerpolicy="no-referrer-when-downgrade"></iframe>




[socialpoll id="2924004"]



  :)

Rabu, Oktober 08, 2025

Logika dasar dalam ilmu yang sesungguhnya - Pengunaan dalam kehidupan.

Anak yang pintar di sekolah belum tentu cerdas dalam hidup. Banyak anak mampu menjawab soal dengan benar tapi gagal menerapkan logika yang sama ketika menghadapi masalah sehari-hari. Fenomena ini disebut “academic blindness”, yaitu kondisi di mana anak hanya melihat ilmu sebagai hafalan, bukan alat berpikir. Sebuah penelitian dari Stanford Graduate School of Education (2021) menunjukkan bahwa 70% anak-anak sekolah dasar tidak mampu menjelaskan hubungan antara pelajaran yang mereka pelajari dan penerapannya dalam dunia nyata. Artinya, pendidikan yang tidak kontekstual membuat anak cerdas di kepala, tapi kaku dalam bertindak.


Contoh sederhana, anak bisa menjelaskan hukum Archimedes dengan lancar tapi tidak menyadari bahwa prinsip itu berlaku saat mereka bermain kapal di bak mandi. Mereka bisa hafal rumus bunga majemuk tapi tak tahu cara menghitung keuntungan kecil dari uang jajan yang disimpan. Di sinilah tugas orang tua bukan sekadar membantu belajar, tapi membantu anak “melihat” ilmu bekerja dalam hidupnya.

1. Mulai dari Hal yang Dekat dengan Kehidupan Anak

Anak belajar paling efektif ketika materi pelajaran bersentuhan langsung dengan dunianya. Saat menjelaskan konsep volume, biarkan anak mengukur air di gelas. Saat membicarakan gravitasi, biarkan ia menjatuhkan benda dan mengamati perbedaan kecepatannya. Dengan begitu, ilmu tidak terasa abstrak, tapi hadir di setiap aktivitas sederhana.

Pendekatan ini membuat anak mengaitkan logika ilmiah dengan pengalaman sensorik. Ia belajar bahwa belajar bukan kegiatan formal di meja belajar, tapi cara memahami dunia. Di LogikaFilsuf, kami sering membahas bahwa filsafat pengetahuan justru lahir dari hal-hal kecil yang dipikirkan secara mendalam, bukan dari rumus yang dihafal tanpa makna.

2. Jadikan Pertanyaan Sehari-hari sebagai Jembatan Ilmu

Ketika anak bertanya, “Kenapa hujan turun?” jangan langsung menjawab dengan istilah ilmiah. Ajak ia berpikir pelan-pelan dengan pertanyaan lanjutan, seperti “Kamu pernah lihat air menguap di panci? Kira-kira awan itu berasal dari mana?” Metode tanya balik ini membantu anak membangun koneksi logis antara fenomena alam dan konsep ilmiah.

Dengan kebiasaan ini, anak belajar menghubungkan sebab dan akibat, bukan sekadar menerima jawaban. Mereka akan tumbuh dengan pola pikir eksploratif, bukan reaktif. Anak yang terbiasa mengajukan pertanyaan akan memiliki rasa ingin tahu yang tahan lama, fondasi penting dalam pembentukan kecerdasan kritis.

3. Gunakan Aktivitas Harian sebagai Laboratorium Mini

Rumah bisa menjadi ruang eksperimen tanpa harus terlihat seperti laboratorium. Misalnya, saat memasak, ajarkan anak tentang perubahan wujud zat, suhu, dan reaksi kimia sederhana. Saat berkebun, tunjukkan bagaimana cahaya memengaruhi pertumbuhan tanaman. Aktivitas seperti ini menjadikan teori sains terasa hidup dan menyenangkan.

Ketika anak melihat ilmu berfungsi di depan matanya, konsep abstrak berubah menjadi pengalaman nyata. Ia tidak lagi bertanya “Kenapa aku harus belajar ini?”, karena jawabannya hadir di setiap hal yang ia lakukan. Orang tua cukup memfasilitasi rasa ingin tahu itu agar berkembang menjadi pemahaman mendalam.

4. Hubungkan Ilmu dengan Nilai dan Keputusan Hidup

Ilmu bukan sekadar kumpulan fakta, tapi alat untuk membuat keputusan yang bijak. Ketika anak belajar tentang energi, misalnya, ajak mereka berpikir tentang dampak penggunaan listrik berlebihan terhadap lingkungan. Saat belajar ekonomi dasar, bicarakan tentang bagaimana keputusan membeli sesuatu bisa memengaruhi keuangan keluarga.

Dengan cara ini, anak belajar bahwa ilmu tidak netral, melainkan selalu berkaitan dengan nilai dan tanggung jawab. Ia akan tumbuh menjadi individu yang berpikir rasional tapi juga mempertimbangkan aspek moral. Di LogikaFilsuf, ini disebut “ilmu bernurani” – cara berpikir yang menggabungkan logika dan kesadaran etis.

5. Dorong Anak untuk Mengajar Kembali Apa yang Dipelajari

Cara terbaik memahami sesuatu adalah dengan mengajarkannya. Ajak anak menjelaskan ulang pelajaran sekolah kepada anggota keluarga lain. Misalnya, biarkan ia menjelaskan konsep siang dan malam kepada adiknya. Saat menjelaskan, anak dipaksa berpikir lebih dalam, mengorganisir informasi, dan mencari contoh konkret agar lawan bicaranya paham.

Proses ini menanamkan kebiasaan berpikir reflektif. Anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tetapi untuk memahami bagaimana ilmu berfungsi. Mengajar membuatnya melihat hubungan antara teori dan realitas, serta menguji sejauh mana pengetahuannya benar-benar dipahami, bukan hanya dihafal.

6. Kaitkan Ilmu dengan Hobi dan Minat Anak

Jika anak suka menggambar, tunjukkan bagaimana geometri membantu dalam proporsi dan perspektif. Jika ia suka olahraga, jelaskan bagaimana fisika terlibat dalam gerakan tubuh atau gaya gravitasi. Dengan menghubungkan ilmu dengan hal yang disukai, anak akan melihat belajar sebagai aktivitas alami, bukan beban.

Minat pribadi menjadi pintu masuk yang efektif untuk memaknai ilmu. Anak yang merasa “terhubung” dengan apa yang dipelajarinya akan lebih mudah mengingat dan mengaplikasikannya. Pendekatan ini juga menumbuhkan otonomi belajar, di mana anak belajar karena ingin tahu, bukan karena disuruh.

7. Bangun Kebiasaan Refleksi Setelah Belajar

Setelah anak menyelesaikan tugas atau membaca sesuatu, biasakan menanyakan “Apa yang bisa kamu pakai dari pelajaran ini di kehidupanmu?” Pertanyaan sederhana ini menstimulasi otak untuk mencari hubungan antara konsep dan konteks nyata. Anak belajar bahwa setiap ilmu memiliki relevansi yang bisa ditemukan jika mau berpikir.

Kebiasaan refleksi ini memperkuat metakognisi—kemampuan berpikir tentang pikiran sendiri. Dari sinilah muncul kebiasaan belajar seumur hidup. Anak akan terbiasa melihat dunia dengan kacamata ilmiah, bukan karena dipaksa, tapi karena menyadari bahwa ilmu adalah alat memahami realitas.

Jika kamu ingin memperdalam cara menanamkan kesadaran ilmiah yang kontekstual melalui pendekatan filsafat pendidikan dan psikologi modern, kamu bisa menemukan pembahasan eksklusif seperti ini di LogikaFilsuf.

Menurutmu, kenapa banyak anak pintar di sekolah tapi bingung menerapkan ilmunya di dunia nyata? Tulis pendapatmu di kolom komentar dan bagikan tulisan ini agar lebih banyak orang tua mulai mengubah cara mereka memperkenalkan ilmu, dari sekadar hafalan menjadi kebijaksanaan hidup.

~Fb logika filsuf

Sabtu, Agustus 10, 2024

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN DAN SINTAK (LANGKAH-LANGKAHNYA) PADA KURIKULUM MERDEKA 2024

Model pembelajaran dan sintaknya merujuk pada langkah-langkah atau tahapan yang harus diikuti dalam menerapkan suatu model pembelajaran di kelas. Setiap model pembelajaran memiliki sintak yang berbeda, yang terdiri dari urutan kegiatan atau langkah-langkah yang harus dilakukan oleh guru dan peserta didik. Berikut adalah beberapa model pembelajaran beserta sintaknya:

Semoga manfaat, Terimakasih.

Minggu, Desember 17, 2023

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kelas 9 Semester 1 MTs

 Contoh singkat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) 
 kelas 9 di MTs Mathla'ul Anwar, semester 1. Silakan disesuaikan dengan kebijakan sekolah, kurikulum, dan karakteristik siswa:

### RPP TIK - Kelas 9 MTs Mathla'ul Anwar
**Mata Pelajaran:** Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)  
**Kelas/Semester:** IX/1  
**Alokasi Waktu:** 4 Pertemuan  

#### I. Identitas RPP
1. **Nama Sekolah:** MTs Mathla'ul Anwar
2. **Guru Mata Pelajaran:** [Nama Anda]
3. **Kelas/Semester:** IX/1
4. **Standar Kompetensi:** Menguasai dasar-dasar pengolahan kata dan presentasi multimedia.
5. **Kompetensi Dasar:** 
   - Menjelaskan fungsi dan fitur pengolah kata.
   - Membuat presentasi multimedia sederhana.

#### II. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan fungsi dan fitur pengolah kata.
2. Siswa mampu membuat dokumen menggunakan pengolah kata.
3. Siswa dapat membuat presentasi multimedia sederhana.

#### III. Materi Pembelajaran

1. **Pertemuan 1:** Pengenalan Pengolah Kata
   - Definisi dan fungsi pengolah kata.
   - Menjelaskan ikon dan menu utama.

2. **Pertemuan 2:** Penggunaan Pengolah Kata
   - Membuat dokumen sederhana (surat atau resume).
   - Memformat teks dan paragraf.

3. **Pertemuan 3:** Pengenalan Presentasi Multimedia
   - Konsep dasar presentasi multimedia.
   - Menjelaskan slide, teks, dan gambar dalam presentasi.

4. **Pertemuan 4:** Pembuatan Presentasi Sederhana
   - Membuat presentasi sederhana dengan menggunakan alat bantu presentasi.
   - Menyisipkan gambar dan teks.

#### IV. Metode Pembelajaran

1. Ceramah interaktif.
2. Demonstrasi penggunaan pengolah kata dan alat bantu presentasi.
3. Latihan praktik membuat dokumen dan presentasi.
4. Diskusi kelompok kecil.

#### V. Penilaian

1. **Penugasan Harian:** Penilaian hasil kerja di kelas.
2. **Tugas Individu:** Pembuatan dokumen dan presentasi.
3. **Ujian Tengah Semester:** Tes tertulis mengenai pengolah kata.
4. **Ujian Akhir Semester:** Penilaian presentasi multimedia dan ujian tertulis.

#### VI. Referensi

1. Buku Teks TIK untuk kelas 9.
2. Materi online terkait pengolah kata dan presentasi.

**Catatan:** Sesuaikan RPP ini dengan kebijakan sekolah dan karakteristik siswa di sekolah Bpk/Ibu. Terimakasih

Kamis, November 02, 2023

Mengevaluasi produk audio visual (SMK-Multimedia)

Langkah-langkah Mengevaluasi Produk Audio Visual:

  1. Pemahaman Tujuan: Sebelum mengevaluasi, pahami tujuan dari produk audio visual tersebut. Apakah itu video promosi, film pendek, presentasi, atau proyek lainnya? Tujuan yang jelas akan membantu dalam menilai apakah produk tersebut mencapai targetnya.
  2. Konten dan Isi: Tinjau isi dari produk audio visual. Apakah pesan atau cerita yang ingin disampaikan sudah jelas dan terstruktur dengan baik? Apakah kontennya relevan dengan audiens target?
  3. Penggunaan Teknik Visual: Evaluasi penggunaan teknik visual seperti sinematografi, pencahayaan, framing, dan komposisi. Bagaimana penggunaan elemen visual ini mendukung narasi atau pesan yang ingin disampaikan?
  4. Kualitas Audio: Periksa kualitas audio, termasuk suara latar, musik, dan dialog. Pastikan suara bersih dan mudah didengar, serta sesuai dengan suasana yang diinginkan.
  5. Penggunaan Efek dan Grafis: Jika ada penggunaan efek khusus atau grafis, tinjau apakah penggunaannya mendukung cerita atau justru mengganggu tampilan keseluruhan.
  6. Kelancaran dan Transisi: Perhatikan bagaimana transisi antara adegan atau bagian dalam produk. Apakah transisinya mulus atau terasa kasar?
  7. Pengaruh Emosional: Evaluasi apakah produk audio visual mampu menghasilkan pengaruh emosional pada penonton. Apakah pesan atau cerita dapat menggerakkan penonton secara emosional?
  8. Kesesuaian Durasi: Pertimbangkan durasi produk. Apakah durasinya sesuai dengan konten yang disampaikan? Terlalu pendek atau terlalu panjang?
  9. Kesesuaian dengan Platform: Jika produk ini akan dipublikasikan di platform tertentu (misalnya, media sosial atau layanan streaming), pertimbangkan apakah produk ini sesuai dengan format dan standar teknis platform tersebut.

Poin-Poin Penting dalam Mengevaluasi Produk Audio Visual:

  • Kualitas Visual dan Audio: Pastikan gambar dan suara berkualitas tinggi, tidak pecah atau terdistorsi.
  • Pesan dan Cerita: Tinjau apakah pesan atau cerita yang ingin disampaikan jelas dan dapat diterima oleh audiens.
  • Kreativitas: Apresiasi penggunaan ide kreatif dalam produksi produk audio visual.
  • Kesesuaian Teknik dengan Genre: Pastikan teknik yang digunakan sesuai dengan genre atau tujuan produk tersebut.
  • Kohesivitas: Perhatikan apakah semua elemen audio visual terintegrasi dengan baik dan tidak saling bertentangan.
  • Tanggapan Audien: Jika memungkinkan, dapatkan tanggapan dari beberapa orang yang menonton produk ini untuk mendapatkan pandangan beragam.

Dengan langkah-langkah dan poin-poin ini, kalian akan dapat mengevaluasi produk audio visual dengan lebih efektif dan memberikan pandangan yang mendalam. Semoga informasi ini bermanfaat dalam perjalanan kalian sebagai siswa SMK Multimedia. Teruslah belajar dan mengembangkan kemampuan dalam dunia audio visual!

Rabu, Oktober 18, 2017

Peluang dan Persiapan

4P = Persiapan, Peluang, Pilihan dan Perubahan + 1S = Sukses


      Peluang itu kadang datang dengan tiba-tiba. Pertanyannya: sejauhmanakah kita sudah menyiapkan diri ketika peluang itu tiba? Mereka yang terus melatih dan memperbaiki diri akan selalu siap, tapi mereka yang baru bersiap di saat peluang datang sudah pasti kalah cepat mengambil peluang itu.
Tak ada peluang tanpa persiapan, maka sebelum anda mengeluh bahwa tak ada peluang yang terbuka, lihatlah diri sendiri: sejauhmana persiapan anda?

      Saya sering ditanya soal peluang beasiswa. Dulu saya berbusa-busa menjelaskannya, sekarang saya akan tanya balik: ceritakan dulu sejaumana anda persiapkan diri anda untuk bertarung mendapat beasiswa? Cerita anda itu akan mengindikasikan sedetil dan sejelas apa saya harus menerangkan peluang beasiswa itu. Biasanya banyak yang gelagapan ditanya balik seperti ini.

      Berbahagialah mereka yang punya pilihan dalam menyambut peluang. Saya dulu diterima di 8 universitas luar negeri untuk mengambil program PhD. Saya masih simpan semua berkasnya untuk saya tunjukkan pada anak saya. Dari 8 universitas itu 3 menawarkan beasiswa, hampir saja ketiganya saya ambil semua, namun saya putuskan memilih dua program PhD yg berbeda di dua kampus berbeda pada dua negara berbeda yang semuanya saya kerjakan dalam waktu yang bersamaan. Alhamdulillah!

       Pilihan dalam hidup tentu penuh resiko. Saya bisa gagal dua-duanya atau sukses keduanya. Mereka yang takut dengan resiko sebaiknya diam saja di rumah sambil main catur. Ragu-ragu? Mundur saja!
Di sini pentingnya kita untuk mampu bertahan dalam perubahan. Jangan dikira hidup saya tidak jungkir balik karena mengerjakan dua program doktor di dua negara yang berbeda. Siapapun yang tengah menjalani program PhD di luar negeri tahu bahwa menyelesaikan satu saja sudah ancur-ancuran. Tapi saya bertahan, dan saya atur hidup saya sedemikian rupa untuk menjalaninya.
Kemampuan untuk bertahan mengikuti perubahan --baik dan buruk-- itu yang tidak semua orang punya. Anda boleh saja pintar tapi kalau anda tidak bisa mengikuti alur perubahan hidup maka anda akan terperosok dalam kubangan kepintaran anda sendiri. Percayalah, pintar saja tidak cukup untuk berhasil.

       Mereka yang tidak tahan menderita jangan harap bisa merasakan nikmatnya kesuksesan. Mereka yang cuma mengeluh tidak akan tahan berpeluh. Mereka yang kerap meratap akan gamang menatap masa depan.


      Iya, semua 4P di atas akan berujung pada 1S yaitu Sukses. Tapi anda jangan keliru: sukses itu sebuah proses bukan hasil akhir. Banyak yang terjebak berdebat apakah gelas itu berisi setengah penuh atau setengah kosong. Orang pesimis akan bilang setengah kosong. Orang optimis akan bilang gelas itu setengah penuh. Tapi orang yang berpikir strategis akan berkata: mau penuh atau kosong, gelas itu bisa terus di-isi, bahkan sudah penuh pun bisa terus diganti dengan gelas lain yang lebih besar. Anda jangan semata fokus pada tinggi-rendahnya air.

     Selamat mengisi gelas air kehidupan kita dengan melakukan Persiapan untuk menjemput Peluang, menetapkan Pilihan terbaik, dan siap untuk beradaptasi dengan Perubahan, demi Sukses yang dinanti. 

Salam hangat,
Nadirsyah Hosen
Santri peraih 2 gelar PhD dan orang Indonesia pertama dan satu-satunya yang 2 kali diangkat jadi dosen tetap pada Fakultas Hukum di Australia.

      Januari 06 2016, Laman FB beliau.


©2018 Jan-06 13:07 update : 230219 09:20

Selasa, Oktober 18, 2016

Menitipkan Impian

Status FB Afi Nihaya Faradisa
-----------------------------------------------

MENITIPKAN IMPIAN
Orang tua kadang punya keinginan yang berseberangan dengan anak perihal masa depan dan cita-cita. Ada orang tua yang tidak bisa meraih impiannya sendiri sehingga menitipkannya pada pundak anak-anak dengan harapan besar si anak bisa mewujudkan impian orang tua.
.
Jangan lupa bahwa kurikulum dan raport sekolah hanya benda mati, anak Anda lah benda hidupnya. Semua kertas itu kaku dan statis, sedangkan anak-anak fleksibel dan dinamis. Jangan habiskan waktu Anda mengurusi benda mati tapi lupa bahwa ada banyak hal yang lebih penting untuk diurusi.
.
Entah mengapa, saya melihat bahwa para orang tua merasa begitu tertekan oleh 'persaingan'. Demi hasrat pamer, mereka menekan anak-anak SD untuk dapat nilai bagus agar bisa masuk SMP bagus. Lalu di SMP mereka mesti dapat nilai bagus agar dapat SMA bagus. Di SMA ini mereka lebih ditekan lagi agar bisa masuk perguruan tinggi bagus.
Jadilah mereka bibit-bibit "robot nilai" di dunia pendidikan dan "robot gaji" di dunia kerja.
Begitu terus sampai kiamat.
.
Bahkan jaman sekarang, anak baru masuk SD kelas 1 wajib bisa baca tulis. Gila, kalau gitu buat apa ada guru? Buat apa SD sampai 6 tahun?
Mikir!
.
Apakah sekarang uang telah jadi orientasi pendidikan? Ya, begitulah kenyatannya.
.
Menitipkan harapan pada anak sah-sah saja. Tapi jangan lupa bahwa tujuan akhir dari tercapainya harapan adalah KEBAHAGIAAN.
Apakah sukses identik dengan kebahagiaan? Silahkan dijawab sendiri.
.
Ketika makna kebahagiaan direduksi menjadi "kebahagiaan = terpenuhinya tuntutan orang",
Maka perhatikanlah apa yang terjadi selanjutnya.
.
Anak-anak pasti punya mimpi dan mimpi mereka tidak harus sama dengan yang orang lain miliki.
Jangan mengatasnamakan egoisme pribadi sebagai 'usaha memperjuangkan kebahagiaan' anak.
Jangan jadikan anak-anak korban dari impian yang orang dewasa titipkan karena mereka sendiri tidak mampu mewujudkannya.
Kadang, anak sendiri yang lebih tahu mana impian yang akan membahagiakan mereka dunia akhirat.
Tidak ada bahagia yang bisa dipaksakan,
Hal yang membuat Anda bahagia belum tentu akan membuat orang lain bahagia.
Jangan biarkan mimpi orang tua justru jadi MIMPI BURUK bagi anak-anak mereka.
.
"Ayah, jika aku memilih pekerjaan menjadi fotografer mungkin gajiku kecil. Rumahku kecil. Mobilku kecil. Tapi aku akan bahagia, Ayah.
Kebahagiaan yang tidak akan aku dapatkan seandainya aku menjadi insinyur seperti keinginan Ayah." - Farhan Qureshi (3 Idiots)

Minggu, November 29, 2015

DIBUTUHKAN UNTUK KARYAWAN TETAP, pendidikan

LOWONGAN  !!!

DIBUTUHKAN UNTUK KARYAWAN TETAP

Suatu lembaga pendidikan yang bergerak di bidang Pendidikan Anak Indonesia membuka peluang berkarier untuk saudara2/saudari2..

Persyaratan :
● Minimal ijazah SMA/SMK - S1
● Maksimal umur 40 th
Pria/ wanita
● Membawa Cv, foto copy ijazah
● Berpenampilan Rapi/ menarik

Dibuka posisi utk :

☆ Guru
☆ Operasional Back Office
☆ Kepala Unit

Membawa Surat Lamaran ke alamat:

Gedung Bank Windu Lantai 5
Jl. Letjen S. Parman Kav 92
Slipi, Jakarta Barat

*Patokan sejajar dengan RS Harapan Kita

*Hubungi sekarang :
biMBA AIUEO
Call : 0819.0888.8372

Atau Hub Divisi Rekrutmen :
Yadi 085711881332
Pin 55235B3B

Unit di Kab Bogor yang sedang membutuhkan guru :

Villa nusa indah 5 : perum villa nusa indah 5 blok SG 4 no 10 kel. Bojong kulur kec. Gunung putri kab. Bogor

Maison kota wisata : ruko maison avenue blok MA no 47 kota wisata cibubur kel. Limusnunggal kec. Cileungsi kab. Bogor jabar

Bukit golf arcadia : perumahan bukit golf arcadia blok F no 14 kel. Bojong nangka kec. Gunung putri kab. Bogor jabar

Nagrak : jl. K. H. Rafei no 10A kel. Ciangsana kec. Cibubur kab. Bogor jabar

Legenda wisata : legenda wisata newton U2 no 17 kel. Wanaherang kec. Gunung putri kab. Bogor jabar

Griya yasa lestari : perum griya yasa lestari no 10 rt 4 rw 21 kel. Bojong gede kec. Bojong gede kab. Bogor jabar

Depok timur : jl. Kerinci raya rt 3 rw 10 no 75 kel. Abadi jaya kec. Sukma jaya kota depok jabar

**Lowongan kerja tidak dipungut biaya apapun.

--sekian--->

Akhlak yang Mulia

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ﺇِﻧَّﻤَﺎﺑُﻌِﺜْﺖُ ﻟِﺄُﺗَﻤِّﻢَ ﺻَﺎﻟِﺢَ ﺍﻟْﺄَﺧْﻠَﺎﻕِ “Sesungguhnya aku hanya diutus untuk meny...