(c) Catatan-catatan yang terserak dan terarsip dari banyak sumber.
Rabu, Januari 07, 2026
Polling Pilpres 2024
Rabu, Oktober 08, 2025
Logika dasar dalam ilmu yang sesungguhnya - Pengunaan dalam kehidupan.
Sabtu, Agustus 10, 2024
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN DAN SINTAK (LANGKAH-LANGKAHNYA) PADA KURIKULUM MERDEKA 2024
Minggu, Desember 17, 2023
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kelas 9 Semester 1 MTs
Kamis, November 02, 2023
Mengevaluasi produk audio visual (SMK-Multimedia)
Langkah-langkah Mengevaluasi Produk Audio Visual:
- Pemahaman Tujuan: Sebelum mengevaluasi, pahami tujuan dari produk audio visual tersebut. Apakah itu video promosi, film pendek, presentasi, atau proyek lainnya? Tujuan yang jelas akan membantu dalam menilai apakah produk tersebut mencapai targetnya.
- Konten dan Isi: Tinjau isi dari produk audio visual. Apakah pesan atau cerita yang ingin disampaikan sudah jelas dan terstruktur dengan baik? Apakah kontennya relevan dengan audiens target?
- Penggunaan Teknik Visual: Evaluasi penggunaan teknik visual seperti sinematografi, pencahayaan, framing, dan komposisi. Bagaimana penggunaan elemen visual ini mendukung narasi atau pesan yang ingin disampaikan?
- Kualitas Audio: Periksa kualitas audio, termasuk suara latar, musik, dan dialog. Pastikan suara bersih dan mudah didengar, serta sesuai dengan suasana yang diinginkan.
- Penggunaan Efek dan Grafis: Jika ada penggunaan efek khusus atau grafis, tinjau apakah penggunaannya mendukung cerita atau justru mengganggu tampilan keseluruhan.
- Kelancaran dan Transisi: Perhatikan bagaimana transisi antara adegan atau bagian dalam produk. Apakah transisinya mulus atau terasa kasar?
- Pengaruh Emosional: Evaluasi apakah produk audio visual mampu menghasilkan pengaruh emosional pada penonton. Apakah pesan atau cerita dapat menggerakkan penonton secara emosional?
- Kesesuaian Durasi: Pertimbangkan durasi produk. Apakah durasinya sesuai dengan konten yang disampaikan? Terlalu pendek atau terlalu panjang?
- Kesesuaian dengan Platform: Jika produk ini akan dipublikasikan di platform tertentu (misalnya, media sosial atau layanan streaming), pertimbangkan apakah produk ini sesuai dengan format dan standar teknis platform tersebut.
Poin-Poin Penting dalam Mengevaluasi Produk Audio Visual:
- Kualitas Visual dan Audio: Pastikan gambar dan suara berkualitas tinggi, tidak pecah atau terdistorsi.
- Pesan dan Cerita: Tinjau apakah pesan atau cerita yang ingin disampaikan jelas dan dapat diterima oleh audiens.
- Kreativitas: Apresiasi penggunaan ide kreatif dalam produksi produk audio visual.
- Kesesuaian Teknik dengan Genre: Pastikan teknik yang digunakan sesuai dengan genre atau tujuan produk tersebut.
- Kohesivitas: Perhatikan apakah semua elemen audio visual terintegrasi dengan baik dan tidak saling bertentangan.
- Tanggapan Audien: Jika memungkinkan, dapatkan tanggapan dari beberapa orang yang menonton produk ini untuk mendapatkan pandangan beragam.
Dengan langkah-langkah dan poin-poin ini, kalian akan dapat mengevaluasi produk audio visual dengan lebih efektif dan memberikan pandangan yang mendalam. Semoga informasi ini bermanfaat dalam perjalanan kalian sebagai siswa SMK Multimedia. Teruslah belajar dan mengembangkan kemampuan dalam dunia audio visual!
Rabu, Oktober 18, 2017
Peluang dan Persiapan
4P = Persiapan, Peluang, Pilihan dan Perubahan + 1S = Sukses
Santri peraih 2 gelar PhD dan orang Indonesia pertama dan satu-satunya yang 2 kali diangkat jadi dosen tetap pada Fakultas Hukum di Australia.
Selasa, Oktober 18, 2016
Menitipkan Impian
Status FB Afi Nihaya Faradisa
-----------------------------------------------
MENITIPKAN IMPIAN
Orang tua kadang punya keinginan yang berseberangan dengan anak perihal masa depan dan cita-cita. Ada orang tua yang tidak bisa meraih impiannya sendiri sehingga menitipkannya pada pundak anak-anak dengan harapan besar si anak bisa mewujudkan impian orang tua.
.
Jangan lupa bahwa kurikulum dan raport sekolah hanya benda mati, anak Anda lah benda hidupnya. Semua kertas itu kaku dan statis, sedangkan anak-anak fleksibel dan dinamis. Jangan habiskan waktu Anda mengurusi benda mati tapi lupa bahwa ada banyak hal yang lebih penting untuk diurusi.
.
Entah mengapa, saya melihat bahwa para orang tua merasa begitu tertekan oleh 'persaingan'. Demi hasrat pamer, mereka menekan anak-anak SD untuk dapat nilai bagus agar bisa masuk SMP bagus. Lalu di SMP mereka mesti dapat nilai bagus agar dapat SMA bagus. Di SMA ini mereka lebih ditekan lagi agar bisa masuk perguruan tinggi bagus.
Jadilah mereka bibit-bibit "robot nilai" di dunia pendidikan dan "robot gaji" di dunia kerja.
Begitu terus sampai kiamat.
.
Bahkan jaman sekarang, anak baru masuk SD kelas 1 wajib bisa baca tulis. Gila, kalau gitu buat apa ada guru? Buat apa SD sampai 6 tahun?
Mikir!
.
Apakah sekarang uang telah jadi orientasi pendidikan? Ya, begitulah kenyatannya.
.
Menitipkan harapan pada anak sah-sah saja. Tapi jangan lupa bahwa tujuan akhir dari tercapainya harapan adalah KEBAHAGIAAN.
Apakah sukses identik dengan kebahagiaan? Silahkan dijawab sendiri.
.
Ketika makna kebahagiaan direduksi menjadi "kebahagiaan = terpenuhinya tuntutan orang",
Maka perhatikanlah apa yang terjadi selanjutnya.
.
Anak-anak pasti punya mimpi dan mimpi mereka tidak harus sama dengan yang orang lain miliki.
Jangan mengatasnamakan egoisme pribadi sebagai 'usaha memperjuangkan kebahagiaan' anak.
Jangan jadikan anak-anak korban dari impian yang orang dewasa titipkan karena mereka sendiri tidak mampu mewujudkannya.
Kadang, anak sendiri yang lebih tahu mana impian yang akan membahagiakan mereka dunia akhirat.
Tidak ada bahagia yang bisa dipaksakan,
Hal yang membuat Anda bahagia belum tentu akan membuat orang lain bahagia.
Jangan biarkan mimpi orang tua justru jadi MIMPI BURUK bagi anak-anak mereka.
.
"Ayah, jika aku memilih pekerjaan menjadi fotografer mungkin gajiku kecil. Rumahku kecil. Mobilku kecil. Tapi aku akan bahagia, Ayah.
Kebahagiaan yang tidak akan aku dapatkan seandainya aku menjadi insinyur seperti keinginan Ayah." - Farhan Qureshi (3 Idiots)
Minggu, November 29, 2015
DIBUTUHKAN UNTUK KARYAWAN TETAP, pendidikan
LOWONGAN !!!
DIBUTUHKAN UNTUK KARYAWAN TETAP
Suatu lembaga pendidikan yang bergerak di bidang Pendidikan Anak Indonesia membuka peluang berkarier untuk saudara2/saudari2..
Persyaratan :
● Minimal ijazah SMA/SMK - S1
● Maksimal umur 40 th
Pria/ wanita
● Membawa Cv, foto copy ijazah
● Berpenampilan Rapi/ menarik
Dibuka posisi utk :
☆ Guru
☆ Operasional Back Office
☆ Kepala Unit
Membawa Surat Lamaran ke alamat:
Gedung Bank Windu Lantai 5
Jl. Letjen S. Parman Kav 92
Slipi, Jakarta Barat
*Patokan sejajar dengan RS Harapan Kita
*Hubungi sekarang :
biMBA AIUEO
Call : 0819.0888.8372
Atau Hub Divisi Rekrutmen :
Yadi 085711881332
Pin 55235B3B
Unit di Kab Bogor yang sedang membutuhkan guru :
Villa nusa indah 5 : perum villa nusa indah 5 blok SG 4 no 10 kel. Bojong kulur kec. Gunung putri kab. Bogor
Maison kota wisata : ruko maison avenue blok MA no 47 kota wisata cibubur kel. Limusnunggal kec. Cileungsi kab. Bogor jabar
Bukit golf arcadia : perumahan bukit golf arcadia blok F no 14 kel. Bojong nangka kec. Gunung putri kab. Bogor jabar
Nagrak : jl. K. H. Rafei no 10A kel. Ciangsana kec. Cibubur kab. Bogor jabar
Legenda wisata : legenda wisata newton U2 no 17 kel. Wanaherang kec. Gunung putri kab. Bogor jabar
Griya yasa lestari : perum griya yasa lestari no 10 rt 4 rw 21 kel. Bojong gede kec. Bojong gede kab. Bogor jabar
Depok timur : jl. Kerinci raya rt 3 rw 10 no 75 kel. Abadi jaya kec. Sukma jaya kota depok jabar
**Lowongan kerja tidak dipungut biaya apapun.
--sekian--->
-
Selamat ginihari sob.. ,,selamat tengah malam.. 🌓 Brand Langsung saja yah. Kita akan membahas tentang cara pengaturan/ sett...
-
😊 Cara mereset Fujitsu Arrows NX- F-01F dengan Hard Reset . Setelah berhari-hari konsultasi ke mbah gOogle alhasil didapat juga jawabannya...
-
part 2 11. Support energi tubuh Oksigen yang cukup pada tubuh membuat sel-sel berfungsi secara normal sehingga membuat fungsi tubuh manusi...
Akhlak yang Mulia
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ﺇِﻧَّﻤَﺎﺑُﻌِﺜْﺖُ ﻟِﺄُﺗَﻤِّﻢَ ﺻَﺎﻟِﺢَ ﺍﻟْﺄَﺧْﻠَﺎﻕِ “Sesungguhnya aku hanya diutus untuk meny...
