Tampilkan postingan dengan label Ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu. Tampilkan semua postingan

Jumat, September 04, 2026

Akhlak yang Mulia

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
ﺇِﻧَّﻤَﺎﺑُﻌِﺜْﺖُ ﻟِﺄُﺗَﻤِّﻢَ ﺻَﺎﻟِﺢَ ﺍﻟْﺄَﺧْﻠَﺎﻕِ
“Sesungguhnya aku hanya diutus untuk menyempurnakan #akhlak yang mulia”

Firman Allah:
ﻭَﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﻨَﺎﻙَ ﺇِﻟَّﺎ ﺭَﺣْﻤَﺔً ﻟِّﻠْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ
“Dan tiadalah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. (Al-Anbiya’: 107)

Pondasi dasar dalam bersosial kemasyarakatan, bermu'malah bin hablumminannas adalah membangun karakter yang baik, a.k.a atitude bin akhlak yang soleh

Dari sini ukhuwah islamiyah bisa dibangun dengan erat dan dieratkan, tidak saja dengan sesama #agama, namun dengan semua agama yang berlebel umat Rasulullah..

Bukan lagi syiar kelompok agama ekslusif, karena dasarnya sendiri #Islam itu assalam, rahmat, keselamatan bagi semesta, bukan kelompok atau golongan.. (addinul islam)

Menyambung dari status solat jum'at kemarin, maka #masjid itu "hotspot" bagi penguat #keimanan, #ketakwaan, kebersamaan, tempat berteduh dari penat kehidupan, tempat dahaga  dari keras dan gersangnya hati..kerunya jiwa, bukan tempat iklan politik kelompok golongan, cari simpati, menyeru perusakan, pecah brlah umat dan apalah sejenisnya yang mengatasnamakan agama dan bahkan kebenaran. 

Dimana jika kita berada didalamnya itu menyejukan #lahir #batin. Tidak hanya bagi orang-orang baik, orang tudak baikpun merasa nyaman didalamnya. Ya, walopun ketika itu Rasulullah berpolitik, namum berbeda dengan politik kita sekarang...(hubuddunya) dimana kebanyakan semua haus kekuasaan begitu cinta dengan hal-hal lahiriyah, berbeda dengan politik Rasulullah yang begitu  zuhud dan adil secara kaffah tanpa memandang latar belakng apapun...nah !!

Selain itu pandangan politik Rasulullah begitu luas..tidak eksklusif, menaungi, mengayomi semua..tidak ada kepentingan pribadi didalamnya. Syiar dibawah bendera Islam untuk membaguskan akhlak.

So, berdakwalah dengan akhlak.

~Is

Jumat, Mei 01, 2020

Sejak Kapan Al-Azhar Menjadi Kiblat Keilmuan Islam ?

Sejak kapan Al-Azhar menjadi kiblat keilmuan Islam? 

Pertanyaan yang agak rumit. Sebab harus menoleh kebelakang; melihat sejak kapan al-Azhar melahirkan bintang gemintang ulama yang ilmunya diteguk oleh umat Islam sepanjang masa ke masa. 

Muiz Lidinillah memulai membangun al-Azhar hari sabtu bulan Jumadil Awal tahun 359 H (970 M) dan pembangunan itu selesai tanggal 7 Ramadhan 361 H atau 22 Juni 972 M.

Ketika itu tentu al-Azhar masih belum menjadi kiblat keilmuan al-Azhar. Sebab pusat keilmuan Islam masih terpusat di Baghdad dengan mahligai keindahan bayt al-Hikmah-nya dan Andalusia yang mempesona dengan ulamanya. Al-Azhar masih kanak-kanaknya untuk disebut sebagai kiblat keilmuan. 

Meskipun demikian, al-Azhar telah memulai halakah-halakah keilmuannya dengan mengajarkan kitab-kitab Mazhab Syiah Imamiyah. Al-Maqrizi, murid kesayangan Ibnu Khaldun mengatakan bahwa kitab yang pertama kali diajarkan di al-Azhar adalah kitab matan fikih syiah, al-Iqtishar. 

Pengajian di al-Azhar tidak hanya untuk laki-laki, tapi juga ada majelis khusus untuk para perempuan, baik perempuan kerajaan maupun perempuan umum. 

Berabad kemudian, Baghdad dan Andalusia diambang kehancuran perang. Para warga termasuk ulama banyak yang melarikan diri. Tentara mongol menghancurkan dan meluluhkan lantakan Baghdad beserta perpustakaan Besarnya; Bayt al-Hikmah. Buku-buku yang ada di dalamnya dibuang ke sungai. Sayang sekali tidak ada PDF yang bisa menjaga kitab-kitab yang dibuang itu. 😪. Bahkan bukan cuma itu,  sekitar sejuta orang dibunuh oleh pasukan jahannam kaum Mongol. Syaikh Usamah Sayyid Azhari sampai mengatakan bahwa kejadian itu merupakan musibah terbesar dalam sejarah Manusia setelah banjir besar yang menimpa kaum Nabi Nuh. 

Andalusia juga begitu. Menemui ajalnya. Orang-orang dibunuh, dibantai dan disiksa sepuasnya. 

Kedua pusat keilmuan itu runtuh. 

Pada masa Saladin al-Ayyubi al-Syafii al-Asy'ari, beliau menciptakan madrasah-madrasah di Mesir. Jumlahnya mencapai puluhan. Tujuannya tak lain untuk menandingi al-Azhar yang pada masa itu masih memegang erat pemahaman Syiah. 

Al-Azhar akhirnya ditutup selama hampir seabad. Lockdown yang amat lama sekali. Akan tetapi, madrasah-madrasah yang dibuat oleh Saladin di Mesir tetap berjalan sebagaimana biasa. 

Hingga pada suatu hari, al-Azhar dibuka kembali. 

Imam Suyuthi mengatakan:

وقد غدا الأزهر منذ أواخر القرن السابع أي منذ غلق معاهد بغداد وقرطبة كعبة الأساتذة والطلاب من سائر العالم. وغدا أعظم مركز للدراسات الإسلامية العامة حتى أطلق عليه في عصر الممالك العصر الذهبي للأزهر

"Sungguh al-Azhar di akhir abad ke tujuh, yaitu sejak ditutupnya madrasah-madrasah Baghdad dan Cordoba (Andalus), al-Azhar telah menjadi kiblat para ulama dan pencari ilmu di seluruh persada bumi. Dia telah menjadi pusat pembelajaran Islam secara umum sampai-sampai disebutkan bahwa al-Azhar yang ada pada masa Mamalik itu sebagai masa keemasan bagi al-Azhar."

Pernyataan itu tidaklah berlebihan. Sebab akhir abad ketujuh, memang banyak bermunculan ulama-ulama kibar yang mengunjunginya al-Azhar atau lahir di sana. Allamah Ibnu Khaldun menginjakkan kakinya di teras al-Azhar sekitar pada tahun 783 H. Di al-Azhar beliau menuliskan beberapa karyanya. Abad ketujuh muncul juga ulama sekaliber Imam Ibnu Hajar Asqalani, Imam Mahalli, Badruddin Zarkasyi, dan lain-lain. 

Ibnu Mandhur, seorang ulama lughah yang memiliki kitab fenomenal;  Lisanul Arab yang mencakup sekitar 80 ribu akar kata bahasa Arab, menuliskan kitabnya di al-Azhar. Fairruzabadi sempat menuliskan kamusnya yang fenomenal, Qamus al-Muhith, di al-Azhar. Demikian pula al-Damamini dan Ibnu Aqil, dua pakar bahasa kenamaan yang sempat mengajar di al-Azhar. Imam Murtadha al-Zabidi menulis kitab Tajul Arus, Syarah Qamusnya Fairuzabadi juga di al-Azhar. Demikian ditulis dalam al-Azhar Fi Alfi Am. Al-Azhar, lautan ilmu lughah. Para ulama lughah mencari keberkahan dengan menulis kitabnya di sana. 

Syaikhul Azhar, Maulana Ahmad Thayyib mengatakan:

فمن المعلوم تاريخا: أن مركز الثقل في تراث المسلمين كان في بغداد، وفي بلاد فيما وراء النهرين، وأن زعيم المغول دمر بجيشه الوثني تراث المسلمين في هذه البلاد، ومحاه من الوجود عام ٦١٦ ه - ١٢٢٠ م، ثم جاء حفيده هولاكو عام ٦٥٦ ه - ١٢٥٨ فدمر بغداد برجالها ونسائها واطفالها ومدارسها ومكتباتها.

ولك أن تتساءل: أين قدر لهذا التراث أن ينبعث ويتماسك من جديد، ويستعيد دوره في حماية أمة بحجم أمة المسلمين؟

والإجابة التي لا يعرف التاريخ إجابة غيرها: إنه الأزهر الشريف وعلماؤه وأروقته، ولولاه لأصبحت الأمة بلا رأس، وأصبح اندماجها في الحضارات الأخرى وانسحاقها في تراثها أمرا محتوما تفرضه عوامل التطور وحركات التاريخ

Sudah diketahui dalam sejarah bahwa pusat besar turast umat Islam di Baghdad dan di Bilad Fi Ma Waraa al-Nahr (Transoxiania). Panglima Mongol mengancurkan turas umat Islam. Meluluh lantakkan baghdad, rakyatnya, anak-anak kecil dan perempuan di dalamnya, beserta perpustakaannya. 

Kalian bisa bertanya-tanya: "Di mana turas mampu kembali dan didapat dicengkeram kembali seperti semula serta mengembalikan perannya untuk menjaga umat Islam? 

Satu-satunya jawabnya yang diketahui oleh sejarah: Ya. Dialah al-Azhar, ulamanya, ruwaq-ruwaqnya. Tanpa al-Azhar, umat Islam akan menjadi umat tanpa kepala, dan keberadaannya dalam peradaban-peradaban dam keterbelakangan umat Islam dalam turastnya menjadi sebuah kenyataan yang tak bisa dielakkan tanpa al-Azhar yang bisa dibuktikan dengan aspek-aspek sebuah kemajuan dan pergerakan sejarah.

Setelah itu, syaikhul Islam wal al-Azhar melanjutkan dan mengutip perkataan Zaki Najib Mahmud, Filsuf moderen. 

"Barangkali para pembaca mengira saya sedang membanggakan peran madrasah ini, atau memujinya melebihi batas. Saya akan mengutip perkataan filsuf Mesir yang dikenal dengan ensiklopedisnya, kepakaran dan penggabungannya antara dua kebudayaan barat dan timur."

"Peradaban Islam datang dan tiap muslim mengetahui bahwa sumbangsih Mesir bagi peradaban Islam. Sekiranya tidak ada sumbangsih dan peran al-Azhar pada abad 12, 13 dan 14 H, tidak akan ada turast Arab Islam. Di mana kita menemuinya sementara Tartar membakar turas Islam dan Andalusia telah hilang di tangan orang-orang yang berperang. Akan tetapi al-Azhar bersegera mengumpulkan kembali turast itu sebelum hilang. Dikumpulkan kembali. Tapi pengumpulan apa yang dimaksud? Yaitu tidak sekedar mengumpulkan, melainkan menciptakan hal yang baru dan tujuan."

Qultu: Itu bisa disaksikan gencar keilmuan di zaman Ustmaniyah di al-Azhar. Para ulama Azhar berlomba-lomba membuat kitab matan, syarah, hasyiah, taqrir di fan-fan keilmuan yang bermacam-macam. Bahkan tak berlebihan jika dikatakan bahwa zaman itu adalah zaman penghasyiahan sebuah fan ilmu. Syaikh Athhar, syaikh Mallawi, syaikh Amir Kabir, syaikh Baijuri, syaikh Sujai, dan ribuan nama lainnya menghiasi dinding peradaban Islam hingga saat ini. 

Jika dilihat di sembilan belas, abad dua puluh dan dua satu, kita akan menemukan seabrek nama-nama ulama yang telah menjaga Agama ini yang pernah menghirup udara dan debu al-Azhar. Di Mesir, kita menemui syaikh Bakhit, syaikh Musthafa Imran (guru syaikh Azhar, Ahmad Thayyib, syaikh Hasan Syafi'i dan syaikh Muallim syaikh Husam). Di Syiria, kita menemukan syaikh Hassan Hanabakeh, syaikh Buthi, syaikh Wahbah Zuhail, syaikh Nurudin Ithr. Di Tunisia, kita temukan syaikh Kimtir, syaikh Jamiah Zaitunah sekarang. Di Indonesia, syaikh Nawawi Bantani al-Azhary, syaikh Mahmud Yunus, syaikh al-habib Muhammad Quraish Shihab dan lain-lain. 

Jika ditelusuri lagi, akan banyak kita temukan. Namun, sebagaimana bintang-gemintang di langit sulit dihitung, demikian pula para ulama al-Azhar. 

وامدح بأمدح ما في الشعرِ أَزهَــرَنَا
فأمدح الشعر عن أوصـافه عــجــزا! 

Pujilah al-Azhar kita dengan pujian yang maha memuji yang terdapat dalam sebuah syair

Paling memujinya syair telah lemah dalam menyifati al-Azhar! 

[الشيباني] 

Paling terpenting bukan bagaimana kita hanya membanggakan al-Azhar, tapi yang jauh lebih penting dari itu, bagaimana al-Azhar bisa bangga kepada kita. Dengan apa? Menjaga turast-turats yang mereka tinggalkan kepada kita dengan memahaminya dan menyelam dalam samudera rahasia-rahasianya

Madinatul Buuts, 30 April 2020

Hari ini ulang tahun al-Azhar yang ke 1080 tahun. Tepatnya pada 7 Ramadhan.Selamat ulang tahun, sayyidina al-Azhar!

Sumber: 

Al-Azhar Fi Alfi Am
Al-Azhar Wa Dauruh Fi Nasyr Tsaqafah

Beben Syaibani

~dari Fun Page FB Suara Al-Azhar


Selasa, Januari 03, 2017

Emosi Terselubung (tulisan tajam anak SMA)

.

.

.


EMOSI TERSELUBUNG
-------------------------------------


"Mbak, lihat gambaranku. Bagus gak?", adik sepupuku yang berusia 5 tahun antusias menunjukkan gambar yang baru dibuatnya.
"Wah, gambaranmu keren, Dik. Bagus banget."
Padahal aslinya? Ancur! Sungguh karya seni yang tidak ada bagusnya sama sekali 😂
Lalu, kenapa saya mengatakan bahwa gambaran adik saya itu bagus? Karena saya memahami emosi terselubungnya, yakni INGIN PUJIAN.
Dia tidak butuh penilaian jujur tetapi apresiasi, meskipun dia bertanya "bagaimana gambaranku" dan bukan berkata "aku minta pujianmu".

Afi Nihaya Faradisa

.

Kawan, selama 2 tahun terakhir ini, saya menyadari bahwa dengan pintar-pintar memahami emosi terselubung di balik tindakan orang, itu akan meminimalisir banyak gesekan yang tidak penting antar teman, dengan orangtua, dengan guru, dengan kerabat, dengan siapapun.
Milikilah kesabaran untuk selalu melihat lebih dalam.
Sebelum menghakimi, pahamilah mengapa.
Before you judge, understand why.
.
Mungkin, kita tidak akan paham begitu saja emosi terselubung orang lain dengan bertanya, "Sebenarnya apa maumu?"
Kita hanya butuh kesadaran bahwa pada akhirnya, suatu hubungan selalu jauh lebih berharga daripada apa yang pernah kita pertengkarkan di dalamnya.
Hubungan antara anak dan orangtua lebih berharga daripada "mengapa kau tidak mau menghabiskan makananmu di meja".
Hubungan antara guru dan siswa lebih berharga daripada "kamu itu kok jelek sekali matematikanya".
.
Bukankah sebenarnya memahami itu sederhana? Tapi banyak yang tidak mau berusaha karena selalu menggenggam erat keyakinan "aku berhak mendebatnya karena aku pasti lebih benar dari dia".
.
Banyak hubungan terselamatkan karena memahami hal yang saya sebut emosi terselubung ini.
Sebab,
Kebenarannya adalah, semakin dalam dirimu mengenal seseorang, semakin jelas pula kau lihat segala kekurangannya. Kau mungkin berpikir kau menyayangi seseorang sampai kau lihat bagaimana perilaku orang itu saat lapar, kehabisan uang, atau marah. Inilah kenapa pernikahan gagal, persahabatan tidak berlangsung lama, atau anak-anak ditelantarkan.
Dengan memahami emosi terselubung, maka kau juga akan paham bahwa wanita kadang hanya ingin didengarkan tanpa perlu ditanggapi dan dibantah, atau pria hanya ingin tetap dihormati tanpa peduli seberapa sedikit yang mereka miliki.
.
Dan sampai di sini, kita hanya perlu untuk memahami bahwa semua orang hanya sedang menumpahkan isi "tekonya" saja.
Teko berisi kopi tidak akan mengeluarkan teh.
Hati berisi mutiara tidak akan mengeluarkan kotoran.
Perilaku orang hanya mencerminkan diri mereka, sedangkan caramu menanggapi itu semua mencerminkan dirimu yang sesungguhnya.
Selalu pahami pula bahwa pada hakikatnya semua orang hanya bereaksi terhadap 'peta' di kepalanya yang terkadang jauh dari realita.
Memahami bahwa selain merenggangkan hubungan dan menghabiskan tenaga, perdebatan tidak menghasilkan apa-apa kecuali hanya memperkuat keyakinan lamanya.
.
Kita tidak harus berpikiran sama. Tapi marilah kita sama-sama berpikir.
.
.
*)Dari Afi
_/|\_



© 2017 Facebook. Jan-03 21:43
Salin tempel langsung dari akun pribadinya Dan ilustrasi merupakan poto asli

*Saat ini Afi masih menginjak masa SMA, kelas 12  SMA lebih tepatnya, namun tulisan status facebooknya begitu fenomenal.


:)

Selasa, Desember 27, 2016

Maria Ozawa, Syahwat, Nafsu dan Amarah

HITAM PUTIH IBLIS DI DALAM DIRI

Apa Anda bisa menilai Maria Ozawa sebagai pecinta? Iklan filmnya selalu bertema "love", tapi hakikatnya sama sekali tidak ada cinta dalam film-filmnya. Film-filmnya murni nafsu kemarahan dan caci-maki.

Kalau Anda sedang marah pada seseorang, kepuasan diri Anda tentu dengan mencaci-maki, mengamuk dan luapan amarah lainnya. Jadi cacu-maki, mengamuk,  banting ini dan itu, pukul sana-sini semata-mata luapan nafsu amarah. Ketika Anda sedang syahwat, luapan kepuasannya dengan mesra, memuaskan kebirahian Anda. Dengan caci-maki, birahi sama posisinya sebagai bentuk pemuasan kepentingan diri, sehingga birahi semata-mata nafsu amarah yang diluapkan kepada orang lain.

Karena ini, buaya darat, cewek cabe-cabean, apalagi bintang porno seperti Maria Ozawa, selalu dapat caci-maki masyarakat karena memang perbuatan itu bentuk lain nafsu amarah. Maria Ozawa sama sekali bukan pecinta, dia semata-mata pemarah.

Karena amarah, mudah sekali bagi Anda menggunakan link birahi untuk mencapai segala kepentingan dunia. Lihat saja Maria Ozawa, nekat jadi artis porno, hanya modal nikmat, esek-esek di depan kamera shooting, popularitasnya mendaki langit, duitnya mengalir deras. Tidak perlu ketrampilan khusus, keilmuan khusus apalagi ijazah tinggi, sangat mudah Anda peroleh segala kepentingan dunia dengan birahi.

Anda tilik akun-akun provokatif yang istiqamah mengakses dedikasi kontroversi SARA, kintroversi debat, kontroversi amarah, time line-nya selalu ramai follow. Dengan link amarah, popularitas mudah sekali Anda capai. Popularitas mudah tercapai rejeki ikut.

Rejeki pun dengan memakai link amarah bukan sesuatu yang sulit. Cukup ambil tuyul, duit mengalir. Cukup ngepet, duit menumpuk. Todong dan rampok harta orang, duit ada. Pasang togel, sambil dugem pun duit penuh. Mudah sekali, bukan?

Segala link keduniawian dengan nafsu amarah semudah membalikkan telapak tangan perolehnya.

Nafsu amarah berhubungan dengan karakter api, iblis. Jadi iblis sebenarnya pusat segala kemudahan dunia.

Lalu kenapa Anda banyak yang susah di dunia ini? Penderitaan bertubi-tubi? Itu karena alam semesta masih menilai Anda sebagai makhluk spiritual. Makhluk yang jiwanya suci dari amarah.

Di dalam spiritual segala hal berkenaan dengan amarah ditolak keras. Anda mencuri saja, tangan dan kakinya gemetaran, hati dag dig der. Anda selingkuh tengok kanan-kiri, tidak tenang, takut ketahuan orang. Anda terbuka auratnya di depan umum, Anda spontan beringsutan, bahkan perempuan bisa menangis pilu setengah pingsan ketika dia diintip saat mandi. Ini karena di dalam diri Anda terpasang baham baku spiritual, bahan baku Allah S.W.T.

Spiritual inilah yang menarik Anda dengan kuat untuk selalu menghindari amarah. Ingin duit, tidak berani mencuri, ingin ngeseks dengan pacar, tidak berani dengan ancaman dosanya, ingin memaki-maki tidak berani dengan resiko keburukannya. Segala keinginan duniawi Anda terhambat oleh bahan baku spiritual Anda sendiri. Di dalam spiritual suhu dingin dan sejuk, karena ini disebut nafsu muthmainnah.

Anda makhluk dengan dua dimensi sekaligus, amarah dan muthmainnah, dua nafsu ini bersarang di dalam diri Anda. Nafsu amarah itu unsur api, nafsu muthmainnah itu unsur air. Tidak berimbang salah satunya, Anda tidak harmoni, bahkan mungkin binasa.

Marah-marah dan birahi melulu, Anda terbakar. Kalem dan sejuk melulu, Anda membeku kedinginan.

Jadi, bagi Anda yang sudah populer atau kaya raya atau berstatus sosial tinggi, tetapi hidupnya resah, gundah, dan stres, itu artinya Anda kurang mengakses spiritual.

Dan jika Anda sudah bekerja belasan tahun, nasibnya begitu-begitu saja,  sudah cari jodoh bolak-balik tidak nemu-nemu, sudah berkarir puluhan tahun, karir tidak naik-naik, itu artinya ada unsur api di dalam diri Anda yang kurang menyala-nyala. Katakanlah kekurangan  iblis, sehingga Anda beku tidak hangat.

Tahun lalu saya mendengarkan ceramah seorang kyai, dia menerangkan penjelasan Imam Ghazali--yang saya tidak tahu dinukil dari buku apa--bahwa ciri anak-anak yang bisa menjadi pemimpin;

Pertama dia quwwatusy syahwat (kuat syahwatnya) artinya birahinya liar. Unsur api birahinya kuat, karena birahi sebenarnya kekuatan untuk mengikat orang lain untuk melayani dirinya. Maka ini, para tokoh dan pemimpin banyak yang suka poligami. Para nabi rata-rata berpoligami, Nabi Daud hingga 100 istri, Nabi Sulaiman hingga 1000 istri.

Kedua, cirinya quwwatul ghadhab (kuat temperamennya), anaknya nakal, tidak mau kalah, ugal-ugalan, galak, masa kecilnya dilalui dengan antagonisme. Karena dengan temperamen tinggi, seseorang ditakuti, bisa memengaruhi dan bisa mengendalikan orang lain. Preman ditakuti dan mudah saja mengendalikan orang lain, karena dia ghadhab (temperamennya) tinggi. Nabi Ibrahim masih remaja sudah berani menghancurkan patung-patung dewa, ini karena ghadhab-nya kuat.

Ketiga, cirinya quwwatul 'ilmi, artinya ilmu dan hikmah hidupnya besar, sehingga syahwat dan ghadhab-nya yang kuat, dikendalikan oleh ilmu dan kebijaksanaan hatinya. Dengan begitu dia di depan dalam kepemimpinan dan spiritual.

Itu semua berarti pemimpin kuat sebenarnya punya unsur iblis (syahwat dan ghadhab) yang kuat, unsur apinya diberi suhu lebih panas dari lazimnya, dan unsur airnya atau unsur spiritualnya juga diberi lebih banyak, sehingga pemimpin punya dominasi iblis dan spiritual yang dosisnya lebih tinggi. Dia mendidihnya pun lebih panas.

© 2016 Facebook.com, Des-2716 21:35.
*Salin-tempel dari akun yang namanya tertera pada gambar, dengan penamaan judul yang berbeda.

:)

Minggu, November 22, 2015

Tawadhu dan Rendah hati

[KH Maimoen Zubair] Menghina Adalah Tanda Sombong, Walau Kepada Iblis Sekalipun

MusliModerat.Com - Dawuh Syaikhuna KH. Maimoen Zubair:

Hajjaj Ats Tsaqofiy, siapa yg tidak kenal panglima perang Dinasti Umayyah ini, panglima yg dikecam banyak sahabat dan tabi'in karena kekejamannya. Ketika bercerita tentang (diantara kekejaman) beliau, Mbah Mun dawuh:
"jangan (ikut-ikutan) menghina Hajjaj!. Meskipun dia begitu, tapi kalau bukan karena jasanya tentu kita sekarang tidak bisa baca Al Qur-an, karena beliaulah yg mengeluarkan perintah memberi tanda baca Al Qur-an sehinga mudah dibaca."

Abdulloh bin Ubay bin Salul, siapa tidak tahu gembong orang munafiq ini, musuh dalam selimut kaum muslim zaman Rosululloh saw., dia juga (diantara) orang Madinah yg menuduh Nabi saw. tidak adil mengenai pembagian harta rampasan perang Hunain, kenapa hanya diberikan kepada kaum muhajirin yg banyak kabur dari medan perang, sedangkan kaum anshor yg mati2an berjuang tidak diberi bagian. Tentang si Abdulloh bin Ubay ini, Mbah Mun pun dawuh:
"Jangan menghina Abdulloh bin Ubay!. Karena, seandainya kita dalam posisinya waktu itu, belum tentu kita bersikap lebih baik darinya."

Dan bahkan tentang iblis pun beliau berpesan sama, JANGAN MENGHINA...!!. Tidak ada seorang pun menghina sesuatu kecuali ia menganggap dirinya lebih baik, dan itu adalah KESOMBONGAN. 

Sumber: http://www.muslimoderat.com/2015/11/kh-maimoen-zubair-menghina-adalah-tanda.html

_
©2015 09:24 nov-222015
---------------------------------------






.

Ajaran Islam yang kerap dilupakan adalah sikap tawadhu' sikap ini secara harafian bisa dikatakan "Rendah Hati" tapi maknanya dalam yaitu "Ketertundukan", dalam bahasa Arab Tawadhu' (التّواضع) secara bahasa adalah التّذلّل "Ketundukan" dan التّخاشع "Rendah Hati". Asal katanya adalah Tawadha'atil Ardhu' yakni Tanah itu lebih rendah daripada tanah sekelilingnya.

Tawadhu' secara istilah adalah tunduk dan patuh kepada otoritas kebenaran, serta kesediaan menerima kebenaran itu dari siapa pun yang mengatakan nya, baik dalam keadaan ridha maupun marah.

Tawadhu' juga merendahkan diri dan santun terhadap manusia, dan tidak melihat diri memiliki nilai lebih dibandingkan hamba Allah (manusia) yang lain nya.

Namun sayang sekali sekarang ini banyak ulama dan pendakwah terjebak dalam "kesombongan Spiritual", Kyai Ma'moen mengingatkan ketika kita tawadhu' dalam beragama, maka menghina pemahaman orang sekalipun adalah salah. Dan dalam menyebarkan kebenaran janganlah muncul kesombongan.


 

 

 

 

 

 


Salintempel by @wandhy_vii

Akhlak yang Mulia

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ﺇِﻧَّﻤَﺎﺑُﻌِﺜْﺖُ ﻟِﺄُﺗَﻤِّﻢَ ﺻَﺎﻟِﺢَ ﺍﻟْﺄَﺧْﻠَﺎﻕِ “Sesungguhnya aku hanya diutus untuk meny...