(c) Catatan-catatan yang terserak dan terarsip dari banyak sumber.
Jumat, September 04, 2026
Akhlak yang Mulia
Jumat, Mei 01, 2020
Sejak Kapan Al-Azhar Menjadi Kiblat Keilmuan Islam ?
Selasa, Januari 03, 2017
Emosi Terselubung (tulisan tajam anak SMA)
.
.
.
EMOSI TERSELUBUNG
-------------------------------------
"Mbak, lihat gambaranku. Bagus gak?", adik sepupuku yang berusia 5 tahun antusias menunjukkan gambar yang baru dibuatnya.
"Wah, gambaranmu keren, Dik. Bagus banget."
Padahal aslinya? Ancur! Sungguh karya seni yang tidak ada bagusnya sama sekali 😂
Lalu, kenapa saya mengatakan bahwa gambaran adik saya itu bagus? Karena saya memahami emosi terselubungnya, yakni INGIN PUJIAN.
Dia tidak butuh penilaian jujur tetapi apresiasi, meskipun dia bertanya "bagaimana gambaranku" dan bukan berkata "aku minta pujianmu".
.
Kawan, selama 2 tahun terakhir ini, saya menyadari bahwa dengan pintar-pintar memahami emosi terselubung di balik tindakan orang, itu akan meminimalisir banyak gesekan yang tidak penting antar teman, dengan orangtua, dengan guru, dengan kerabat, dengan siapapun.
Milikilah kesabaran untuk selalu melihat lebih dalam.
Sebelum menghakimi, pahamilah mengapa.
Before you judge, understand why.
.
Mungkin, kita tidak akan paham begitu saja emosi terselubung orang lain dengan bertanya, "Sebenarnya apa maumu?"
Kita hanya butuh kesadaran bahwa pada akhirnya, suatu hubungan selalu jauh lebih berharga daripada apa yang pernah kita pertengkarkan di dalamnya.
Hubungan antara anak dan orangtua lebih berharga daripada "mengapa kau tidak mau menghabiskan makananmu di meja".
Hubungan antara guru dan siswa lebih berharga daripada "kamu itu kok jelek sekali matematikanya".
.
Bukankah sebenarnya memahami itu sederhana? Tapi banyak yang tidak mau berusaha karena selalu menggenggam erat keyakinan "aku berhak mendebatnya karena aku pasti lebih benar dari dia".
.
Banyak hubungan terselamatkan karena memahami hal yang saya sebut emosi terselubung ini.
Sebab,
Kebenarannya adalah, semakin dalam dirimu mengenal seseorang, semakin jelas pula kau lihat segala kekurangannya. Kau mungkin berpikir kau menyayangi seseorang sampai kau lihat bagaimana perilaku orang itu saat lapar, kehabisan uang, atau marah. Inilah kenapa pernikahan gagal, persahabatan tidak berlangsung lama, atau anak-anak ditelantarkan.
Dengan memahami emosi terselubung, maka kau juga akan paham bahwa wanita kadang hanya ingin didengarkan tanpa perlu ditanggapi dan dibantah, atau pria hanya ingin tetap dihormati tanpa peduli seberapa sedikit yang mereka miliki.
.
Dan sampai di sini, kita hanya perlu untuk memahami bahwa semua orang hanya sedang menumpahkan isi "tekonya" saja.
Teko berisi kopi tidak akan mengeluarkan teh.
Hati berisi mutiara tidak akan mengeluarkan kotoran.
Perilaku orang hanya mencerminkan diri mereka, sedangkan caramu menanggapi itu semua mencerminkan dirimu yang sesungguhnya.
Selalu pahami pula bahwa pada hakikatnya semua orang hanya bereaksi terhadap 'peta' di kepalanya yang terkadang jauh dari realita.
Memahami bahwa selain merenggangkan hubungan dan menghabiskan tenaga, perdebatan tidak menghasilkan apa-apa kecuali hanya memperkuat keyakinan lamanya.
.
Kita tidak harus berpikiran sama. Tapi marilah kita sama-sama berpikir.
.
.
*)Dari Afi
_/|\_
© 2017 Facebook. Jan-03 21:43
Salin tempel langsung dari akun pribadinya Dan ilustrasi merupakan poto asli
*Saat ini Afi masih menginjak masa SMA, kelas 12 SMA lebih tepatnya, namun tulisan status facebooknya begitu fenomenal.
Selasa, Desember 27, 2016
Maria Ozawa, Syahwat, Nafsu dan Amarah
HITAM PUTIH IBLIS DI DALAM DIRI
Apa Anda bisa menilai Maria Ozawa sebagai pecinta? Iklan filmnya selalu bertema "love", tapi hakikatnya sama sekali tidak ada cinta dalam film-filmnya. Film-filmnya murni nafsu kemarahan dan caci-maki.
Kalau Anda sedang marah pada seseorang, kepuasan diri Anda tentu dengan mencaci-maki, mengamuk dan luapan amarah lainnya. Jadi cacu-maki, mengamuk, banting ini dan itu, pukul sana-sini semata-mata luapan nafsu amarah. Ketika Anda sedang syahwat, luapan kepuasannya dengan mesra, memuaskan kebirahian Anda. Dengan caci-maki, birahi sama posisinya sebagai bentuk pemuasan kepentingan diri, sehingga birahi semata-mata nafsu amarah yang diluapkan kepada orang lain.
Karena ini, buaya darat, cewek cabe-cabean, apalagi bintang porno seperti Maria Ozawa, selalu dapat caci-maki masyarakat karena memang perbuatan itu bentuk lain nafsu amarah. Maria Ozawa sama sekali bukan pecinta, dia semata-mata pemarah.
Karena amarah, mudah sekali bagi Anda menggunakan link birahi untuk mencapai segala kepentingan dunia. Lihat saja Maria Ozawa, nekat jadi artis porno, hanya modal nikmat, esek-esek di depan kamera shooting, popularitasnya mendaki langit, duitnya mengalir deras. Tidak perlu ketrampilan khusus, keilmuan khusus apalagi ijazah tinggi, sangat mudah Anda peroleh segala kepentingan dunia dengan birahi.
Anda tilik akun-akun provokatif yang istiqamah mengakses dedikasi kontroversi SARA, kintroversi debat, kontroversi amarah, time line-nya selalu ramai follow. Dengan link amarah, popularitas mudah sekali Anda capai. Popularitas mudah tercapai rejeki ikut.
Rejeki pun dengan memakai link amarah bukan sesuatu yang sulit. Cukup ambil tuyul, duit mengalir. Cukup ngepet, duit menumpuk. Todong dan rampok harta orang, duit ada. Pasang togel, sambil dugem pun duit penuh. Mudah sekali, bukan?
Segala link keduniawian dengan nafsu amarah semudah membalikkan telapak tangan perolehnya.
Nafsu amarah berhubungan dengan karakter api, iblis. Jadi iblis sebenarnya pusat segala kemudahan dunia.
Lalu kenapa Anda banyak yang susah di dunia ini? Penderitaan bertubi-tubi? Itu karena alam semesta masih menilai Anda sebagai makhluk spiritual. Makhluk yang jiwanya suci dari amarah.
Di dalam spiritual segala hal berkenaan dengan amarah ditolak keras. Anda mencuri saja, tangan dan kakinya gemetaran, hati dag dig der. Anda selingkuh tengok kanan-kiri, tidak tenang, takut ketahuan orang. Anda terbuka auratnya di depan umum, Anda spontan beringsutan, bahkan perempuan bisa menangis pilu setengah pingsan ketika dia diintip saat mandi. Ini karena di dalam diri Anda terpasang baham baku spiritual, bahan baku Allah S.W.T.
Spiritual inilah yang menarik Anda dengan kuat untuk selalu menghindari amarah. Ingin duit, tidak berani mencuri, ingin ngeseks dengan pacar, tidak berani dengan ancaman dosanya, ingin memaki-maki tidak berani dengan resiko keburukannya. Segala keinginan duniawi Anda terhambat oleh bahan baku spiritual Anda sendiri. Di dalam spiritual suhu dingin dan sejuk, karena ini disebut nafsu muthmainnah.
Anda makhluk dengan dua dimensi sekaligus, amarah dan muthmainnah, dua nafsu ini bersarang di dalam diri Anda. Nafsu amarah itu unsur api, nafsu muthmainnah itu unsur air. Tidak berimbang salah satunya, Anda tidak harmoni, bahkan mungkin binasa.
Marah-marah dan birahi melulu, Anda terbakar. Kalem dan sejuk melulu, Anda membeku kedinginan.
Jadi, bagi Anda yang sudah populer atau kaya raya atau berstatus sosial tinggi, tetapi hidupnya resah, gundah, dan stres, itu artinya Anda kurang mengakses spiritual.
Dan jika Anda sudah bekerja belasan tahun, nasibnya begitu-begitu saja, sudah cari jodoh bolak-balik tidak nemu-nemu, sudah berkarir puluhan tahun, karir tidak naik-naik, itu artinya ada unsur api di dalam diri Anda yang kurang menyala-nyala. Katakanlah kekurangan iblis, sehingga Anda beku tidak hangat.
Tahun lalu saya mendengarkan ceramah seorang kyai, dia menerangkan penjelasan Imam Ghazali--yang saya tidak tahu dinukil dari buku apa--bahwa ciri anak-anak yang bisa menjadi pemimpin;
Pertama dia quwwatusy syahwat (kuat syahwatnya) artinya birahinya liar. Unsur api birahinya kuat, karena birahi sebenarnya kekuatan untuk mengikat orang lain untuk melayani dirinya. Maka ini, para tokoh dan pemimpin banyak yang suka poligami. Para nabi rata-rata berpoligami, Nabi Daud hingga 100 istri, Nabi Sulaiman hingga 1000 istri.
Kedua, cirinya quwwatul ghadhab (kuat temperamennya), anaknya nakal, tidak mau kalah, ugal-ugalan, galak, masa kecilnya dilalui dengan antagonisme. Karena dengan temperamen tinggi, seseorang ditakuti, bisa memengaruhi dan bisa mengendalikan orang lain. Preman ditakuti dan mudah saja mengendalikan orang lain, karena dia ghadhab (temperamennya) tinggi. Nabi Ibrahim masih remaja sudah berani menghancurkan patung-patung dewa, ini karena ghadhab-nya kuat.
Ketiga, cirinya quwwatul 'ilmi, artinya ilmu dan hikmah hidupnya besar, sehingga syahwat dan ghadhab-nya yang kuat, dikendalikan oleh ilmu dan kebijaksanaan hatinya. Dengan begitu dia di depan dalam kepemimpinan dan spiritual.
Itu semua berarti pemimpin kuat sebenarnya punya unsur iblis (syahwat dan ghadhab) yang kuat, unsur apinya diberi suhu lebih panas dari lazimnya, dan unsur airnya atau unsur spiritualnya juga diberi lebih banyak, sehingga pemimpin punya dominasi iblis dan spiritual yang dosisnya lebih tinggi. Dia mendidihnya pun lebih panas.
© 2016 Facebook.com, Des-2716 21:35.
*Salin-tempel dari akun yang namanya tertera pada gambar, dengan penamaan judul yang berbeda.
Minggu, November 22, 2015
Tawadhu dan Rendah hati
[KH Maimoen Zubair] Menghina Adalah Tanda Sombong, Walau Kepada Iblis Sekalipun
MusliModerat.Com - Dawuh Syaikhuna KH. Maimoen Zubair:
Hajjaj Ats Tsaqofiy, siapa yg tidak kenal panglima perang Dinasti Umayyah ini, panglima yg dikecam banyak sahabat dan tabi'in karena kekejamannya. Ketika bercerita tentang (diantara kekejaman) beliau, Mbah Mun dawuh:
"jangan (ikut-ikutan) menghina Hajjaj!. Meskipun dia begitu, tapi kalau bukan karena jasanya tentu kita sekarang tidak bisa baca Al Qur-an, karena beliaulah yg mengeluarkan perintah memberi tanda baca Al Qur-an sehinga mudah dibaca."
Abdulloh bin Ubay bin Salul, siapa tidak tahu gembong orang munafiq ini, musuh dalam selimut kaum muslim zaman Rosululloh saw., dia juga (diantara) orang Madinah yg menuduh Nabi saw. tidak adil mengenai pembagian harta rampasan perang Hunain, kenapa hanya diberikan kepada kaum muhajirin yg banyak kabur dari medan perang, sedangkan kaum anshor yg mati2an berjuang tidak diberi bagian. Tentang si Abdulloh bin Ubay ini, Mbah Mun pun dawuh:
"Jangan menghina Abdulloh bin Ubay!. Karena, seandainya kita dalam posisinya waktu itu, belum tentu kita bersikap lebih baik darinya."
Dan bahkan tentang iblis pun beliau berpesan sama, JANGAN MENGHINA...!!. Tidak ada seorang pun menghina sesuatu kecuali ia menganggap dirinya lebih baik, dan itu adalah KESOMBONGAN.
Sumber: http://www.muslimoderat.com/2015/11/kh-maimoen-zubair-menghina-adalah-tanda.html
_
©2015 09:24 nov-222015
---------------------------------------
.
Ajaran Islam yang kerap dilupakan adalah sikap tawadhu' sikap ini secara harafian bisa dikatakan "Rendah Hati" tapi maknanya dalam yaitu "Ketertundukan", dalam bahasa Arab Tawadhu' (التّواضع) secara bahasa adalah التّذلّل "Ketundukan" dan التّخاشع "Rendah Hati". Asal katanya adalah Tawadha'atil Ardhu' yakni Tanah itu lebih rendah daripada tanah sekelilingnya.
Tawadhu' secara istilah adalah tunduk dan patuh kepada otoritas kebenaran, serta kesediaan menerima kebenaran itu dari siapa pun yang mengatakan nya, baik dalam keadaan ridha maupun marah.
Tawadhu' juga merendahkan diri dan santun terhadap manusia, dan tidak melihat diri memiliki nilai lebih dibandingkan hamba Allah (manusia) yang lain nya.
Namun sayang sekali sekarang ini banyak ulama dan pendakwah terjebak dalam "kesombongan Spiritual", Kyai Ma'moen mengingatkan ketika kita tawadhu' dalam beragama, maka menghina pemahaman orang sekalipun adalah salah. Dan dalam menyebarkan kebenaran janganlah muncul kesombongan.
Salintempel by @wandhy_vii
-
Selamat ginihari sob.. ,,selamat tengah malam.. 🌓 Brand Langsung saja yah. Kita akan membahas tentang cara pengaturan/ sett...
-
😊 Cara mereset Fujitsu Arrows NX- F-01F dengan Hard Reset . Setelah berhari-hari konsultasi ke mbah gOogle alhasil didapat juga jawabannya...
-
part 2 11. Support energi tubuh Oksigen yang cukup pada tubuh membuat sel-sel berfungsi secara normal sehingga membuat fungsi tubuh manusi...
Akhlak yang Mulia
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ﺇِﻧَّﻤَﺎﺑُﻌِﺜْﺖُ ﻟِﺄُﺗَﻤِّﻢَ ﺻَﺎﻟِﺢَ ﺍﻟْﺄَﺧْﻠَﺎﻕِ “Sesungguhnya aku hanya diutus untuk meny...


